Cari Blog Ini

Minggu, 26 April 2015

PENERAPAN PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI POKOK ”ALAT PERNAPASAN MANUSIA” SISWA KELAS V SDN SUMBERLESUNG 01 SUPATMI


PENERAPAN PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI POKOK ”ALAT PERNAPASAN MANUSIA” SISWA KELAS V SDN SUMBERLESUNG 01

SUPATMI

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pokok ”Alat Pernapasan Manusia” Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01. Desain penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian: Penerapan Pendekatan Pembelajaran Open Ended Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pokok ”Alat Pernapasan Manusia” Siswa Kelas V SDN Sumberlesung.  Pada siklus  pertama  tuntas 59 %, siklus kedua meningkat  menjadi 76 % dan siklus ketiga menjadi tuntas 100%.

           Kata Kunci:  Pembelajaran Open Ended;  Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran siswa aktif yang salah satunya adalah dengan menggunakan pendektan open-ended pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pendekatan open-ended merupakan salah pendekatan yang membantu siswa melakukan penyelesaian masalah secara kreatif dan menghargai keragaman berfikir yang mungkin timbul selama mengerjakan soal. Dalam pembelajaran pendekatan open-ended yang diarahkan untuk menggiring tumbuhnya pemahaman atas masalah yang diajukan. Pendektan ini memberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman menemukan, mengenali dan memecahkan masalah dengan beberapa cara berbeda. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan open-ended dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Perkembangan teknologi dewasa ini semakin tajam dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam pendidikan, tidak mungkin seseorang tidak memerlukan pendidikan, khususnya Ilmu Pengetahuan Alam. Sebagaimana telah diketahui bersama di sekolah-sekolah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bukanlah merupakan mata pelajaran yang menyenangkan. Selain itu, juga kurang menarik dan cenderung membuat siswa gaduh dalam mengikutinya (Haikal, 1989:1-2).
          Pembelajaran Pendekatan Open Ended adalah Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran siswa aktif dan membantu siswa menyelesaikan masalah secara kreatif dan menghargai keragaman berpikir yang mungkin timbul selama mengerjakan soal. Dalam Pembelajaran Pendekatan Open-Ended dimulai dengan pertanyaan dalam bentuk Open-Ended yang diarahkan untuk menggiring tumbuhnya pemahaman atas masalah yang diajukan. Pendekatan ini memberi siswa kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan beberapa cara berbeda. Pembelajaran Pendekatan Open-Ended dapat dijadikan salah satu alternative pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Dalam impelementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdapat misi yang hendak dicapai, yaitu menjadikan siswa kelak sebagai warga negara yang cerdas, terampil dan berwatak, kompeten secara memadai serta mampu mewujudkan keberlangsungan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berbekal dari semua itu, secara sadar dan penuh tanggung jawab, siswa akan menggunakannya untuk membangun identitas budaya, integritas sosial dan kepribadian bangsanya serta untuk menghadapi tantangan kehidupan dan penghidupan dimasa yang akan datang. Untuk mewujudkan misi tersebut perlu dilakukan perubahan terhadap pembelajaran yang berlangsung selama ini di sekolah, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada optimalisasi kompetensi siswa.
Perubahan tersebut perlu dilakukan karena pembelajaran yang berorientasi pada guru, keterlaksanaannya lebih bersifat indoktrinatif dengan menekankan pencapaian target kurikulum pada ranah pengetahuan saja.
Program adaptif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk siswa sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial, lingkungan kerja, serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu bidang studi yang sangat penting diajarkan di sekolah. Oleh sebab itu pemerintah terus berusaha meningkatkan mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, di antaranya melengkapi sarana dan prasarana, penyempurnaan kurikulum, meningkatkan kualitas guru melalui penataran-penataran maupun melanjutkan pendidikan formal.
Namun kenyataannya di lapangan menunjukan bahwa usaha-usaha tersebut masih belum memberikan hasil yang optimal, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.  Hal ini terlihat dari masih banyaknya guru yang belum menggunakan metode pembelajaran yang terpusat pada siswa. Untuk mengatasi hal ini maka guru dituntut untuk memilih metode, strategi dan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang sesuai guna meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Salah satu pendekatan pembelajaran yang sudah diterapkan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah pendekatan pembelajaran sistim modul.
Pendekatan pembelajaran dengan sistem modul memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara individual sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing. Modul sebagai alat atau sarana pembelajaran berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan ( Rahman, 2007;  Triyanto, 2007).
Namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep Ilmu Pengetahuan Alam walaupun pembelajaran dengan sistem modul telah diterapkan, sehingga menyebabkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam tetap rendah.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka mendorong penulis untuk mengadakan penelitian yang berjudul: Penerapan Pendekatan Pembelajaran Open Ended Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pokok ”Alat Pernapasan Manusia” Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01.
Berdasarkan uraian diatas,maka dalam penelitian tindakan kelas perumusan masalah sebagai berikut : Penerapan Pendekatan Pembelajaran Open Ended Apakah Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pokok ”Alat Pernapasan Manusia” Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01 ?
Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang: Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pokok ”Alat Pernapasan Manusia” Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01.
            Manfaat hasil penelitian tindakan kelas ini, sebagai berikut :
1)    Bagi peningkatan mutu pembelajaran, penelitian ini diharapkan akan memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu dan efektifitas pembeiajaran di sekolah.
2)    Bagi guru, akan dapat membantu mengatasi permasalahan pembelajaran yang mereka hadapi dan mendapat tambahan wawasan serta keterampilan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajarannya.
3)    Bagi siswa, akan memperoleh pelajaran yang lebih menarik, menyenangkan dan memungkinkan bagi dirinya untuk memperoleh nilai-nilai yang sangat berguna bagi kehidupannya.
4)    Bagi sekolah , akan dapat memberikan sumbangan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
a)    Pembelajaran Pendekatan Open Ended adalah Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran siswa aktif dan membantu siswa menyelesaikan masalah secara kreatif dan menghargai keragaman berpikir yang mungkin timbul selama mengerjakan soal
b)    Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah melakukan proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, yang menjadi penilaian dalam penelitian ini berupa aspek kognitif yaitu kemampuan berfikir secara hierarkis terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sistesis dan evaluasi.

METODE PENELITIAN
            Tempat  penelitian adalah di SDN Sumberlesung 01 Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember kelas V   sebanyak 17 siswa.    Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu penelitian yang bersifat kolaboratif yang di dasarkan pada permasalahan yang muncul dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN Sumberlesung 01 Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model penelitian tindakan Hopkins (PGSM:1999) yang berbentuk spiral dengan tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Siklus yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini bersifat fleksibel, jika pada siklus I telah tercapai seperti yang diinginkan yaitu meningkatkan hasil belajar siswa, maka pelaksanaan siklus berikutnva di hentikan atau dibatalkan, maksudnya pelaksanaan siklus akan berakhir jika tujuan sudah tercapai dan jika belum tercapai maka berlaku siklus II, III, hingga tujuan yang diharapkan tercapai. (Sukidin, 2002:86)
            Pelaksanaan siklus yang akan diterapkan dalam peneliti ini dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang telah di desain dalam faktor­-faktor yang diselidiki. untuk mengetahui permasalahan efektivitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN Sumberlesung 01 Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember dilakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru. Observasi tersebut meliputi : faktor siswa, faktor guru, proses pembelajaran, hasil prestasi belajar siswa.
            Observasi terhadap kegiatan pembelajaran berlanjut dengan di adakannya wawancara dengan guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam dan siswa khususnya kelas V. Melalui langkah-langkah tersebut akan dapat ditentukan bersama untuk menetapkan tindakan yang tepat dalam rangka meningkatkan efektivitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
            Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru, maka langkah yang tepat untuk meningkatkan pengajaran adalah dengan meningkatkan aktivitas dan peran serta siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut. maka tindakan yang paling tepat terarah dan terencana adalah dengan menerapkan model Pendekatan Pembelajaran Open Ended dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
            Berdasarkan Uraian penjelasan diatas yang di dasarkan pada permasalahan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN Sumberlesung 01 Kecamatan Ledokombo Ledokornbo Kabupaten Jember
            Penelitian ini di rencanakan menggunakan tiga siklus, namun apabila pada siklus I diperoleh ketuntasan secara klasikal maka penelitian selesai dan apabila belum mencapai ketuntasan maka penelitian ini akan dilanjutkan pada siklus berikutnya.
 Tindakan pendahuluan
            Tindakan pendahuluan dilakukan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan siklus. Beberapa kegiatan pendahuluan itu adalah :
1.    Observasi
Kegiatan observasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui metode pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang biasa digunakan oleh guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam.

2.    Wawancara
Wawancara dilakukan kepada guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam dan siswa kelas V tentang sistem penilaian yang digunakan guru selama ini.

Pelaksanaan Tindakan
            Siklus yang dilaksanakan terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan observasi, dan refleksi. Apabila dalam siklus pertama telah tercapai hasil yang diinginkan yaitu keaktifan dan ketuntasan belajar siswa mencapai minimal ≥65% maka pelaksanaan siklus dihentikan, tetapi jika belum dicapai maka siklus kedua perlu dilakukan dan seterusnya. Adapun kegiatan dalam setiap siklus adalah sebagai berikut :
a)    Perencanaan Pembelajaran
Kegiatan perencanaan ini meliputi :
  1. Menyusun rencana pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended dengan harapan bisa merubah aktivitas belajar siswa menjadi lebih baik.
  2. Menyusun nama-nama anggota kelompok berdasarkan data hasil belajar yang diberikan oleh guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam dengan tujuan agar setiap kelompok dalam satu kelas memperoleh hasil yang baik.
  3. Menyusun alat evaluasi berupa LKS, tugas pekerjaan rumah (PR) dan proyek.
  4. Menyusun pertanyaan dan jawaban untuk siswa.
  5. Membuat pedoman observasi untuk mengamati proses, kinerja belajar siswa dan kelompok.
b)    Tindakan
            Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Memberikan tes pendahuluan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas dalam pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana kesiapan penguasaan materi yang dimilki masing–masing siswa.
  2. Siswa dibentuk menjadi kelompok-kelompok yang sudah ditentukan.
  3. Memberikan perlakuan, untuk melakukan tahap pertama dari pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended.
c)    Observasi
            Kegiatan observasi dilakukan bersama-sama dengan pelaksanaan tindakan. Dalam kegiatan observasi ini, peneliti dibantu oleh 2 observer. Masing-masing observer mengobservasi dua sampai tiga kelompok. Hal yang diobservasi adalah aktivitas siswa di dalam kelompok , aktivitas siswa di dalam kelas maupun aktitivitas siswa antar kelompok selama proses pembelajaran.
d)    Refleksi
            Kegiatan refleksi dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan, sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran perbaikan baru, menyusun perencanaan baru, mengimplementasikan tindakan baru atau menjelaskan penyebab terjadinya kegagalan sehingga perlu dilakukan perbaikan atau tidak.
Hasil dari refleksi digunakan untuk menetapkan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya untuk mencapai tujuan PTK. Tujuan ini guna mengetahui hasil tindakan pada siklus I dan hasil belajar yang dicapai, kelemahan serta kendala yang dialami. Jika secara klasikal pencapaian nilai 85 % maka siklus II tidak dilakukan, namun apabila belum mencapai standar ketuntasan klasikal maka dilakukan silkus II.

Pelaksanaan Siklus II
1.    Revisi Perencanaan
            Revisi perencanaan pada siklus II sama dengan siklus I tetapi lebih menekankan pada perbaikan dari perencanaan siklus I.
2.    Pelaksanaan tindakan
            Tindakan pada siklus II ini tidak jauh beda dengan siklus I yaitu melaksanakan model pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Open Ended namun apabila pencapaian nilai sesuai dengan standar ketuntasan hasil belajar maka tidak perlu melanjutkan siklus selanjutnya, sebaliknya apabila belum berhasil dari pencapaian siklus II maka perlu dilakukan siklus III (berikutnya)
3.    Observasi
            Kegiatan pada tahap ini sama dengan observasi pada siklus I hal yang diobservasi adalah kegiatan guru (peneliti) dan aktivitas siswa dan kelompok.
4.    Refleksi
            Refleksi dilakukan berdasarkan hasil observasi dan hasil evaluasi yang meliputi tugas rumah (PR), pro
yek, LKS dan tes akhir. Tujuannya guna mengetahui hasil tindakan pada siklus I dan hasil belajar yang dicapai, kelemahan serta kendala yang dialami. Jika secara klasikal ketuntasan belajar siswa telah mencapai 85 % mencapai nilai minimal > 65 maka siklus II tidak dilakukan apabila belum mencapai standar ketuntasan klasikal maka akan dilakukan siklus berikutnya sampai mengalami ketuntasan belajar.

Metode Pengumpulan Data
            Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data (Arikunto, 1993:136). Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat dan dapat digunakan dengan tepat sesuai dengan tujuan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara dan tes.

Analisis Data
            Analisis data adalah cara yang paling menetukan untuk menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya. Data yang akan di analisis dalam penelitian ini adalah : 1) Kegiatan siswa selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung yang semuanya diperoleh dari observasi dan analisa data, 2) Hasil dari tugas dan ulangan harian siswa .
            Untuk mengukur ketuntasan hasil belajar dalam hal ini adalah mengunakan standar ketuntasan hasil belajar, yaitu ketuntasan belajar individu dinyatakan tuntas apabila tingkat persentase ketuntasan minimai mencapai 65 %, sedangkan untuk tingkat klasikal minimal mencapai 85 % (Depdibud: 1994).
            Adapun data yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah :
1.    Persentase untuk mengetahui keaktifan siswa menggunakan rumus
  1. Ketuntasan Secara Individu
      Rumus Persentase Ketuntasan : Jumlah skor yang diperoleh x 100
                                                                           Jumlah skor maksimal
b.    Ketuntasan Secara Klasikal
            Rumus Persentase Ketuntasan : Jumlah siswa yang tuntas x 100
                                                                          Jumlah seluruh siswa
            Data yang dipersentasekan kemudian ditafsirkan menggunakan kalimat yang bersifat kuantitatif untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian dari masing-­masing data yang diperoleh adapun tingkat pencapaian adalah sebagai berikut :

Tabel. Pencapaian target ketuntasan hasil belajar
Batas Kategori
Predikat
T > 80 %
Sangat Baik
70 % < T < 80 %
Baik
60 % < T < 70 %
Cukup Baik
50% < T < 60 %
Kurang
T < 50 %
Kurang Sekali
(Sukardi, dalam Nisa' 2004:25)



 Indikator Kinerja
            Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila guru dapat menerapkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan memanfaatkan  Pendekatan Pembelajaran Open Ended dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, sehingga dapat meningkatkan efektifitas belajar siswa dan ketuntasan hasil belajar. Ketuntasan hasil belajar dalam penelitian ini adalah analisis data dari siklus ke siklus dengan menggunakan standar ketuntasan yaitu ketuntasan belajar individu dinyatakan tuntas apabila tingkat presentase ketuntasan minimal mencapai 65%, sedangkan untuk tingkat klasikal minimal mencapai 85%. Hal ini akan tampak apabila siswa aktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam  menggunakan  Pendekatan Pembelajaran Open Ended sebagai sarana pembelajaran .

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pada saat menggunakan  Pendekatan Pembelajaran Open Ended siswa kelihatan sangat antusias, berbeda jauh dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional atau kondisi sebelumnya.
Hasil wawancara dengan siswa di dapatkan bahwa belajar dengan Penerapan Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  dapat membuat siswa semangat dan belajar dengan senang tanpa ada unsur keterpaksaan selain itu materi yang disampaikan lebih mudah diingat dan sangat menarik karena terkait dengan realitas yang ada pada saat sekarang, siswa juga dapat menghilangkan kebosanan dalam belajar.
Alasan ketertarikan terhadap model pembelajaran ini belum pernah diterapkan, mudah mengingat materi. Metode ini juga mendorong siswa lebih aktif dalam belajar. Berkaitan dengan hasil belajar akan dijelaskan lebih lanjut pada analisa data berikut ini.
Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam melalui Pendekatan Pembelajaran Open Ended  pada Siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel. Ketuntasan Hasil Belajar IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01

Kriteria Nilai
Siswa
Prosentase
< 65
7
41%
65 – 100
10
59%
Jumlah
17
100%
Sumber : Data yang diolah
Berdasarkan analisis data mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Open Ended  , pada Siklus I diperoleh nilai < 65 sebanyak 7 siswa dengan prosentase 41%, yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 10 siswa dengan prosentase 59%, dengan demikian hasil analisis data pada siklus I dinyatakan belum tuntas belajar. Selanjutnya perlu diadakan perbaikan proses belajar mengajar dan pengolahan data  pada siklus II. Hal ini dapat dilihat analisis data  Siklus II  pada tabel di bawah ini :

Tabel. Ketuntasan Hasil Belajar IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01 pada Siklus II sebagai berikut:

Kriteria Nilai
Siswa
Prosentase
< 65
4
24%
65 – 100
13
76%
Jumlah
17
100%
Sumber : Data yang diolah

Pada Siklus II melalui pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Open Ended  hasil analisis data  diperoleh ketuntasan nilai < 65 sebanyak 4 siswa dengan prosentase 24%, yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 13 siswa dengan prosentase 76%, dengan demikian hasil analisis data pada siklus II dinyatakan tuntas belajar. Selanjutnya perlu diadakan perbaikan proses belajar mengajar dan pengolahan data yang dilanjutkan pada siklus III untuk mendapatkan ketuntasan yang signifikan.
            Untuk mendapatkan ketuntasan hasil belajar yang signifikan dilanjutkan analisis data dan pengolahan data pada siklus III.  Hasil dapat dilihat tabel di bawah ini.

Tabel. Ketuntasan Hasil Belajar IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01  pada Siklus III sebagai berikut:

Kriteria Nilai
Siswa
Prosentase
< 65
0
0%
65 – 100
17
100%
Jumlah
17
100%
Sumber : Data yang diolah

Berdasarkan hasil analisis data pada Siklus III melalui pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Open Ended  maka  diperoleh ketuntasan nilai < 65 sebanyak 0 siswa dengan prosentase 0%, yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 17 siswa dengan prosentase100%, dengan demikian hasil analisis data pada siklus III secara signifikan dinyatakan tuntas belajar. Selanjutnya tidak perlu diadakan analisa data mengingat pencapaian ketuntasan sudah tercapai .

Tabel. Perbandingan Secara Umum Ketuntasan Hasil Belajar IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  Siswa Kelas V SDN Sumberlesung 01  pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III sebagai berikut:

Kriteria Nilai
Siklus I
Siklus II
Siklus III
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
7
41%
4
24%
0
0%
65 - 100
10
59%
13
76%
17
100%
Jumlah
17
100%
17
100%
17
100%
 Sumber : Data yang diolah

Selanjutnya untuk lebih jelas , dapat dilihat pada garafik di bawah ini.

Grafik. Perbandingan Secara Umum Ketuntasan Hasil Belajar IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  Siswa Kelas V SDN Sumberlesung pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III sebagai berikut:
Sumber Data Penelitian yang diolah



Pembahasan
Rendahnya nilai rata-rata kelas juga menjadi salah satu syarat pelaksanaan penelitian tindakan kelas, hal ini juga mendasari pemilihan responder penelitian. Kondisi semacam ini juga terjadi pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Salah satu yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar adalah proses pembelajaran yang digunakan cenderung bersifat konvensional dimana pengajar lebih merupakan subyek dalam pembelajaran sedangkan siswa hanya sebagai obyek penerima materi. Sehingga siswa kurang aktif dan kurang produktif karena cenderung bersifat pasif. Di samping itu juga karena kurangnya minat untuk belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Apa lagi sejak awal sudah berpandangan Ilmu Pengetahuan Alam itu sulit.
Berdasarkan hasil belajar pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan Pembelajaran Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  diperoleh rata-rata hasil belajar yang meningkat antara siklus I, siklus II dan siklus III sebagai berikut: Nilai analisis data nilai <65 sebanyak 7 siswa dengan persentase 41% dan yang mendapatkan 65-100 sebanyak 10 siswa dengan persentase 59 %, maka analisis pada sisklus I di nyatakan belum tuntas belajar, selanjutnya di lakukan analisis data pada siklus II.
Pada siklus II secara klasikal dikatakan tuntas belajar karena Siswa yang mendapat nilai 65 — 100 sebanyak 13 Siswa dengan persentase 76%. Sedangkan Siswa yang nilainya < 65 hanya 4 Siswa dengan persentase24%. Untuk selanjutnya, dalam mencapai ketuntasan belajar secara signifikan maka di adakan analisis pada siklus III,
Dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar Siswa pada siklus III secara signifikan dikatakan tuntas belajar, karena Siswa yang mendapat nilai 65 — 100 sebanyak 17 Siswa dengan persentase 100%. Sedangkan Siswa yang nilainya < 65 sebanyak 0 siswa dengan prosentase 0%.
Bentuk soal yang diberikan adalah bentuk essay, bentuk dan isi soal sebelumnya telah disusun sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran/kompetensi yang ingin dicapai serta adapun tugas yang diberikan dapat berupa masalah yang harus dipecahkan, pemberian tugas ini dilakukan agar siswa secara individu atau kelompok kecil dapat mengerjakan sesuatu untuk memecahkan masalah dengan cara dan daya sendiri.
Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu hasil belajar mencapai rata-rata nilai 60 Pada siklus I. Pada siklus II rata –rata nilai 80 % dapat dikatakan siswa sudah mulai memahami atau membiasakan pembelajaran dengan Pembelajaran Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  dan siklus III rata-rata nilai 100% secara signifikan mencapai ketuntasan.
            Kusmawa (1998:1) bahwa melalui proses pembelajaran ini para siswa akan mampu menjadi aktif produktif, pemikir yang handal dan mandiri. Siswa dirangsang untuk mampu menjadi seorang eksplorer – mencari penemuan terbaru, inventor pengembangan ide/gagasan dan pengujian baru yang inovatif, desainer, mengkreasi rencana dan model terbaru, pengambilan keputusan – berlatih bagaimana menetapkan keputusan yang bijaksana, dan sebagai komunikator – mengembangkan metode dan teknik untuk bertukar pendapat dan berinteraksi.
Hasil belajar Pada siklus III mengalami peningkatan dari ­siklus I dan II, hal ini tampak pada perolehan rata-rata hasil belajar siswa pada yakni hasil tugas III siswa diperoleh rata-rata 100%. Sedangkan hasil pada siklus III ini ada perbedaan dengan siklus sebelumnya, perbedaan ini juga dapat menggambarkan keaktifan siswa, yakni siswa bekerja sendiri atau siswa lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurhadi (2004) bahwa Pembelajaran Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  merangsang pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif, mengkaitkan antara materi dengan kondisi riil di masyarakat dan menyeluruh karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan proses mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai aspek.
Peningakatan kualitas pembelajaran ini dapat kita pahami karena pada dasarnya Pembelajaran Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Open Ended  merupakan sebuah model pembelajaran yang sangat praktis dan mudah diterapkan. Di dalamnya terdapat cara-cara baru uniuk memaksimalkan usaha pembelajaran melalui pengubahan proses belajar dan penyampaian target kurikulum sekolah dasar.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data tersebut diatas maka dapat kami simpulkan Penelitian Tindakan Kelas sebagai berikut: Penerapan Pendekatan Pembelajaran Open Ended Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pokok ”Alat Pernapasan Manusia” Siswa Kelas V SDN Sumberlesung . Pada siklus  pertama  tuntas 59 %, siklus kedua meningkat  menjadi 76 % dan siklus ketiga menjadi tuntas 100%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, demi meningkatkan hasil belajar maka penulis memberi saran sebagai berikut:
1) Bagi guru Ilmu Pengetahuan Alam sebaiknya menggunakan pendekatan Pembelajaran Open Ended dalam proses pembelajaran,
2) Bagi lembaga pendidikan, hasil penelitian ini dapat merupakan bahan masukan yang berguna dan juga sebagai umpan balik bagi kebijaksanaan yang diambil dalam rangka peningkatan kegiatan belajar mengajar di masa mendatang.

DAFTAR  RUJUKAN
Depdiknas. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dikmenum Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1993. Kurikulum Pendidikan
Dasar, Garis-Garis Besar Program Pengajaran. Jakarta.
Dwirahayu .2007.Pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended. Jember. FKIP UNEJ
Haikal. 1989. Tutwuri Handayani dalam Pendidikan. Jakarta: Ditjendikti
Roestiyah. 1998. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Sugiyanto. 2007. Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG): Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 Surakarta.
Winaputra, U.S. dkk. 1992. Materi Pokok Strategi Belajar Mengajar IPA. Jakarta : Universitas Terbuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Winataputra,S.S. dan T. Rosita. 1994 Materi Pokok Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universifas terbuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Trianto. 2007. Model Model  Pembelajaran Inovatif  Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta:  Prestasi Pustaka.