Cari Blog Ini

Minggu, 26 April 2015

UPAYA MENINGKAT KAN HASIL BELAJAR TENTANG PENULISAN EJAAN BAHASA DAERAH MADURA MELALUI OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN KKG DI KELAS III SDN LEMBENGAN 3 Puji Suharti


UPAYA MENINGKAT KAN HASIL BELAJAR TENTANG PENULISAN EJAAN BAHASA DAERAH MADURA MELALUI OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN  KKG  DI  KELAS III SDN LEMBENGAN 3

Puji Suharti

  Abstrak:  Muatan lokal bahasa daerah Madura merupakan  salah satu mata pelajaran  banyak mengalami kendala karena  guru spesifikasi sarjana bahasa daerah madura belum ada, sehingga KKHG sebagai sarana memecahkan proplematika pembelajaran bahasa daerah madura.  Peneitian ini dirancang dalam bentuk penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk  meningkatkan hasil belajar siswa tentang penulisan ejaan bahasa daerah Madura di kelas 3 SDN Lembengan 03 melalui melalui optimalisasi pemberdayaan KKG di  SDN Lembengan. Hasil penelitian mennunjukkan ada peningkatan yang signifikan.
         
          Kata Kunci: Optimalisasi Pemberdayaan KKG, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
   Tujuan Pendidikan Nasional adalah ingin mencerdaskan kehidupan bangsa,ternyata harus dibarengi dengan peningkatan di segala bidang, disegala sektor yang menyangkut masalah pendidikan. Termasuk di dalamnya, kurikulum, tenaga pendidik dan siswa selaku obyek pendidikan atau sasaran pendidikan. Kurikulum  Tingkat Satuan Pendidikan dituntut untuk memasukkan potensi daerah yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar, sehingga hasil out put sesuai dengan harapan masyarakat sekitar sekolah (Dediknas, 2006)..
  Sekolah kami SDN Lembengan 03  berada di pedesaan,dimana lingkungan sekitar sekolah adalah masyarakat suku Madura. Dalam kurikulum, dimasukkan muatan lokal Bahasa Daerah Madura,yang harapannya adalah agar siswa lulusan sekolah dapat menggunakan bahasa derah Madura sebagai alat komunikasi secara baik dan benar di masyarakat.
Salah satu faktor penghambat dari tujuan yang diinginkan adalah bahwa sekolah tidak mempunyai tenaga guru yang berkualifikasi khusus bahasa daerah Madura. Selama ini juga tidak ada pengangkatan guru yang berkualifikasi khusus di bidang bahasa daerah Madura.
    Satu satunya alternatif pemecahan masalah adalah memanfaatkan tenaga honorer yang secara khusus menguasai bahasa daerah Madura.Jika pada prakteknya mengalami kesulitan maupan hambatan, dibawa masalah tersebut ke dalam forum khusus tempat diskusi pemecahan masalah yaitu Kelompok Kerja Guru. permasalahan tersebut dibawa ke kelompok kerja guru yang ada di wilayah sekolah kami yaitu Gugus Lembengan, khususnya guru kelas 3 untuk didiskusikan dan dicaikan solusi. Hasil diskusi dari kelompok kerja guru dibawa dan diterapkan ke dalam pembelajaran di kelas masing-masing sekolah.
    Dalam pembelajaran bahasa daerah Madura,  antara ucapan berbeda dengan bentuk ejaannya maka jika hal ini dilatih terus menerus dengan baik maka siswa akan terbiasa dengan ejaan bahasa daerah Madura yang baik dan benar. Sedangkan di pihak guru sendiri dengan sering berlatih bersama teman, tukar pendapat  tentang kekurangan, kesulitan yang dialami maka akan semakin mahir dan menguasai terhadap materi yang menjadi tanggung jawabnya.Bentuk kerja sama yang dijalin tidak perlu dengan teman yang jauh, tetapi cukup dengan teman satu gugus, yaitu satu desa.Sehingga jangkauannya cepat,mudah dan lebih efisien. Optimalisasi pemberdayaan Kelompok Kerja Guru  sebagai wadah kegiatan yang menampung segala permasalahan maupun tukar pendapat sangat bermanfaat dalam mengatasi permasalahan yang ada.
 Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1). Tuntutan kurikulum; 2)Hasil out put yang sesuai  dengan harapan masyarakat sekitar sekolah; 3)Pemberdayaan stake holder yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 4) Upaya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa daerah; 5) Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru sebagai wadah pemecahan masalah. Dari lima permasalahan di atas yang diidentifikasi masalahnya dibatasi pada upaya peningkatan hasil belajar siswa dan pemberdayaan Kelompok Kerja Guru sebagai wadah pemecahan masalah pada pembelajaran bahasa daerah.
Perumusan masalah: Apakah dapat  meningkatkan hasil belajar siswa tentang penulisan ejaan bahasa daerah Madura  di SDN Lembengan 03 melalui optimalisasi pemberdayaan KKG Guru  SDN Lembengan.
Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang penulisan ejaan bahasa daerah Madura di kelas 3 SDN Lembengan 03 melalui melalui optimalisasi pemberdayaan KKG Guru  SDN Lembengan.
Penelitian Tindakan Sekolah ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru bahasa daerah Madura untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang penulisan ejaan  bahasa daerah Madura kelas 3 di SDN Lembengan 03 .

METODE PENELITIAN
      Lokasi Penelitian adalah SDN Lembengan 03 Kecamatan Ledok Ombo Kabupaten Jember. Waktu dan lama penelitian, hari efektif sekolah, waktu 6 bulan.
Subyek Penelitian adalah guru kelas 3 dan siswa kelas 3, smester 1 SDN Lembengan 3 Tahun dengan jumlah 22 orang. 
          Rancangan Penelitian dibagi menjadi 3 siklus yaitu : Siklus 1, Siklus 2, dan Siklus 3, Yang masing masing meliputi perencanaan, peleksanaan, observasi dan refleksi (Depdiknas. 2010)
Rancangan Penelitian
Adapun desain siklus tindakan berdasarkan model penelitian tindakan Hopkins adalah sebagai berikut :
 




2. Action
3.Observation
 
Tuntas                  Tidak
 





Oval: StopTuntas                  Tidak
 





Tuntas                 Tidak
 



                 Gambar I. Model Penelitian Hopkins (PGSM, 1999:8)
            Rancangan penelitian merupakan strategi penelitian yang berisi gambaran penelitian yang mencakup langkah-langkah penelitian secara berurutan dan sistematis guna mencapai tujuan.
            Penelitian ini direncanakan dalam 3 siklus berdasarkan analisis data dan refleksi telah menunjukkan keberhasilan maka dianggap cukup dan siklus tidak diteruskan. Ada beberapa langkah dalam setiap siklus yang harus dilakukan meliputi:
a.    Tahap perencanaan.
b.    Tahap pelaksanaan.
c.    Tahap observasi.
d.    Tahap refleksi untuk setiap siklus.
Teknik pengempulan data hasil belajar dilakukan dengan Tes, teknik observasi  dilakukan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas  diskusi guru di KKG.  Teknik wawancara untuk  juga diterapkan untuk pelengkap. Data yang terkumpul dianalisis dan Pembahasan dilakukan di masing-masing siklus, kemudian menghitung kemajuan-kemajuan belajar yang diperoleh melalui perolehan nilai siswa, membandingkan nilai siswa di masing-masing siklus.
Analisis  data dilakukan secara diskripsi kualitatif berdasarkan hasil observasi , test dan wawancara. Menggunakan ststistik deskriptif untuk memaparka data-data dari hasil  tes tiap ,siklus. Dan memaparkan secara kualitatif terhadap temuan temuan dalam penelitian ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KEGIATAN SIKLUS I
Perencanaan :
Membuat jadwal diskusi Kelompok Kerja Guru Bahasa Daerah di kelas 3 dan  rancangan  kegiatan  dalam satu bulan dilaksanakan  secara bekala dua minggu sekali:
Jadwal pertemuan 1 :
Tempat          : SDN Lembengan 01
Materi: Ejaan dengan konsonan dobel Contoh:       - sappar
                                                                      - ebbis (Sukardi,Azis,. 2001.

Jadwal pertemuan 2 : Tempat          : SDN Lembengan 02
 Materi                      : Ejaan dengan menggunakan vocal “a”tetapi berbunyi“e”
                                                        Contoh:
                                                         - keban = berbunyi “keben”
                                                         - sabhrang = berbunyi “sabreng”
                                                  
Jadwal pertemuan 3 :
Tempat          : SDN Lembengan 03
Materi            : Menyusun beberapa kata menjadi kalimat yang runtut.
              Contoh:
                           - are’-lagghu-sabbhan-jhagha-sengko’
                           - Sengko’sabban are’jhagha lagghu. (Sumiarto. 2003)

 Sebelum pertemuan  yang dilakukan:
1).Mempersiapkan bahan yang akan didiskusikan ke dalam Kelompok Kerja Guru
2).Mempersiapkan bahan ajar yang akan dipakai dalam pembelajaran di kelas(di SD masing-masing )
3).Menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan sesuai dengan materi Pembelajaran.

Pelaksanaan :
Sebelum guru melaksanakan pembelajaran di kelas, guru mengadakan pertemuan di Kelompok Kerja Guru yang ada di gugus desa Lembengan untuk membicarakan/mendiskusikan tentang apa-apa yang terkait dengan kesulitan penulisan ejaan pada mata pelajaran muatan lokal Bahasa Daerah Madura.(sesuai jadwal )
1)Hasil diskusi diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
2)Melaksanakan pembelajaran di kelas,sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disiapkan.
3)Membimbing dan mengarahkan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.
4)Melaksanakan test akhir pembelajaran.
5)Siswa bersama-sama guru membuat kesimpulan.

Pengamatan:
1)Diskusi di Kelompok Kerja Guru berjalan cukup lancar dan baik. Hasil diskusi dibawa dan diterapkan di SD masing-masing.
2)Pembelajaran berlangsung lancar dan baik, namun masih ada beberapa ejaan yang perlu disempurnakan dan ditambahkan.
3)Siswa masih perlu melaksanakan menulis ulang agar semakin memahami jenis ejaan yang diajarkan.
4)Guru masih perlu berdiskusi ulang agar lebih luas ejaan yang dikuasai, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan semakin maksimal.

Refleksi :
Masih perlu pengulangan pada siklus 2

KEGIATAN SIKLUS 2

Perencanaan:
1)Mempersiapkan bahan/materi yang akan didiskusikan.
2)Membuat kesepakatan tempat diskusi (SDN Lembengan 02)
3)Mempersiapkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran (di SD masing-masing)
4)Guru melaksanakan pembelajaran dengan membawa hasil diskusi kedalam proses pembelajaran.
5)Guru menyiapakan media yang dibutuhkan terkait pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas.

Pelaksanaan:
1)Pada hari yang telah disepakati guru melaksanakan diskusi bersama kelompok Guru (kelas 3) di tempat yang telah disepakati pula.
2)Hasil diskusi diterapkan ke dalam proses pembelajaran, di SD masing-masing sesuai jadwal.
3)Guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
4)Guru membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran.
5)Guru mencatat kemajuan dan hambatan selama proses pembelajaran, guna dibawa dan untuk didiskusikan pada pertemuan Kelompok Kerja Guru berikutnya
6)Guru membiming siswa untuk membuat kesimpulan.

Pengamatan :
Dari hasil catatan guru selama proses pembelajaran berlangsung, masih ada beberapa hal yang harus didiskusikan dalam pertemuan kelompok guna mencapai hasil yang sempurna dan maksimal.

Refleksi :  Perlu diadakan diskusi guru sekali lagi untuk menambah penguatan proses
               pembelajaran.
Kegiatan siklus III
Perencanaan :
1)Guru mempersiapkan bahan/hambatan yang akan didiskusikan dalam kelompok Kerja guru.
2)Membuat kesepakatan tempat diskusi(SDN Lembengan 03)
3)Mempersiapkan bahan ajar untuk pembelajaran (di SD masing-masing)
4)Menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan.

Pelaksanaan:
1)Melaksanakan diskusi sesama guru kelas III Di tempat yang sudah disepakati sesuai jadwal.
2)Hasil diskusi diterapkan dalam proses pembelajaran di SD masing-masing, sesuai jadwal.
3)Guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
4)Guru membimbing siswa dalam proses pembelajaran.
5)Guru membimbing siswa membuat kesimpulan.
6)Guru melaksanakan evaluasi pembelajaran.

Pengamatan:
Pengamatan dilakukan pada proses pembelajaran, kemajuan-kemajuan yang didapat dan hasil akhir dari proses evaluasi.

Refleksi:
Dari hasil diskusi sesama guru dalam kelompok kelas tertentu, dapat meningkatan hasil belajar, dan kemajuan dalam proses pembelajaran.


Peningkatan hasil belajar pada setiap siklus dapat dilaporkan sebagai berikut :

DATA NILAI SEBELUM SIKLUS DAN SIKLUS I
NO
NAMA
SEBELUM SIKLUS
SIKLUS I
KETERANGAN
1.
Annisa Ulhanif
50
57
Jumlah soal 10
2.
Agit Saputra
76
77
Skor maksimal
3.
Arbaeni
83
72
=100
4.
Abdul Wahab
57
62

5.
Adella Permata Sari
62
62

6.
Farrah Dita
72
76

7.
Haris Maziroh
53
61

8.
Hovivatul Indani
85
75

9.
Indah Ramadhani
67
62

10.
Lailatul Jannah
62
66

11.
Mohammad Arifin
66
61

12.
Moh. Hasbiyanto
57
67

13.
Moh.Rian Cahyono
71
78

14.
Mohammad Rusli
51
62

15.
Mohammad Somdhi
72
72

16.
Moh.Zaenal Arifin
52
62

17.
Moh. Samsul Arifin
67
62

18.
Noval Ramadhani
77
76

19.
Silvi Nadilah
56
55

20.
Shey Mulla
52
53

21.
Sivatul Laili
63
81

22.
Umi Kulsum
61
62


JUMLAH
1412
1461


Skor maksimal individu
100
100



DATA NILAI SIKLUS I DAN SIKLUS 2
NO
NAMA
SIKLUS 1
SIKLUS 2
KETERANGAN
1.
Annisa Ulhanif
57
70
Jumlah soal 10
2.
Agit Saputra
77
77
Skor maksimal=
3.
Arbaeni
72
75
100
4.
Abdul Wahab
62
65

5.
Adella Permata Sari
62
67

6.
Farrah Dita
76
75

7.
Haris Maziroh
61
65

8.
Hovivatul Indani
75
75

9.
Indah Ramadhani
62
62

10.
Lailatul Jannah
66
72

11.
Mohammad Arifin
61
62

12.
Moh. Hasbiyanto
67
70

13.
Moh.Rian Cahyono
78
75

14.
Mohammad Rusli
62
65

15.
Mohammad Somdhi
72
75

16.
Moh.Zaenal Arifin
62
67

17.
Moh. Samsul Arifin
62
77

18.
Noval Ramadhani
76
75

19.
Silvi Nadilah
55
60

20.
Shey Mulla
53
60

21.
Sivatul Laili
81
82

22.
Umi Kulsum
62
73


JUMLAH
1461
1545


Skor maksimal individu
100
100


Skor maksimal kelas
2200
2200



DATA SIKLUS 2 DAN SIKLUS 3
NO
NAMA
SIKLUS 2
SIKLUS 3
KETERANGAN
1.     
Annisa Ulhanif
70
65
Jumlah soal 10
2.
Agit Saputra
77
75
Skor maksimal=
3.
Arbaeni
75
72
100
4.
Abdul Wahab
65
67

5.
Adella Permata Sari
67
72

6.
Farrah Dita
75
82

7.
Haris Maziroh
65
65

8.
Hovivatul Indani
75
81

9.
Indah Ramadhani
62
65

10.
Lailatul Jannah
72
70

11.
Mohammad Arifin
62
72

12.
Moh. Hasbiyanto
70
65

13.
Moh.Rian Cahyono
75
75

14.
Mohammad Rusli
65
62

15.
Mohammad Somdhi
75
77

16.
Moh.Zaenal Arifin
67
65

17.
Moh. Samsul Arifin
77
72

18.
Noval Ramadhani
75
72

19.
Silvi Nadilah
60
62

20.
Shey Mulla
60
63

21.
Sivatul Laili
82
82

22.
Umi Kulsum
73
72


JUMLAH
1545
1636


Skor maksimal individu
100
100


Skor maksimal kelas
2200
2200


DATA NILAI SEBELUM SIKLUS DAN SETELAH SIKLUS
NO
NAMA
SEBELUM SIKLUS
SETELAH SIKLUS
KETERANGAN
1.
Annisa Ulhanif
50
68
Jumlah soal=
2.
Agit Saputra
76
76
I=10 soal
3.
Arbaeni
83
74
Skor=20
4.
Abdul Wahab
57
70
II=10 soal
5.
Adella Permata Sari
62
76
Skor=30
6.
Farrah Dita
72
83
III=5 soal
7.
Haris Maziroh
53
66
Skor=50
8.
Hovivatul Indani
85
80
Jml skor=100
9.
Indah Ramadhani
67
67

10.
Lailatul Jannah
62
72

11.
Mohammad Arifin
66
71

12.
Moh. Hasbiyanto
57
64

13.
Moh.Rian Cahyono
71
78

14.
Mohammad Rusli
51
66

15.
Mohammad Somdhi
72
79

16.
Moh.Zaenal Arifin
52
64

17.
Moh. Samsul Arifin
67
76

18.
Noval Ramadhani
77
75

19.
Silvi Nadilah
56
65

20.
Shey Mulla
52
63

21.
Sivatul Laili
63
83

22.
Umi Kulsum
61
78


JUMLAH
1412
1594


SKOR MAKSIMAL INDIVIDU
100
100


SKOR MAKSIMAL KELAS
2200
2200


DATA NILAI PROSENTASE SEBELUM SIKLUS DAN SETELAH SIKLUS
NO
NAMA
PROSENTASE SEBELUUUM SIKLUS
PROSENTASE SETELAH SIKLUS
1.
Annisa Ulhanif
50%
68%
2.
Agit Saputra
76%
76%
3.
Arbaeni
83%
74%
4.
Abdul Wahab
57%
70%
5.
Adella Permata Sari
62%
76%
6.
Farrah Dita
72%
83%
7.
Haris Maziroh
53%
66%
8.
Hovivatul Indani
85%
80%
9.
Indah Ramadhani
67%
67%
10.
Lailatul Jannah
62%
72%
11.
Mohammad Arifin
66%
71%
12..
Moh. Hasbiyanto
57%
64%
13.
Moh.Rian Cahyono
71%
78%
14.
Mohammad Rusli
51%
66%
15.
Mohammad Somdhi
72%
79%
16.
Moh.Zaenal Arifin
52%
64%
17.
Moh. Samsul Arifin
67%
76%
18.
Noval Ramadhani
77%
75%
19.
Silvi Nadilah
56%
65%
20.
Shey Mulla
52%
63%
21.
Sivatul Laili
63%
83%
22.
Umi Kulsum
61%
78%


DAFTAR NILAI PRAKTEK PENULISAN EJAAN
NO
NAMA
NILAI PRAKTEK PENULISAN EJAAN
KETERANGAN
1.
Annisa Ulhanif
SANGAT BAIK
BAIK
CUKUP
KURANG

2.
Agit Saputra
x




3.
Arbaeni

x



4.
Abdul Wahab

x



5.
Adella Permata Sari

x



6.
Farrah Dita
x




7.
Haris Maziroh



x

8.
Hovivatul Indani

x



9.
Indah Ramadhani

x



10.
Lailatul Jannah

x



11.
Mohammad Arifin


x


12..
Moh. Hasbiyanto


x


13.
Moh.Rian Cahyono
x




14.
Mohammad Rusli


x


15.
Mohammad Somdhi


x


16.
Moh.Zaenal Arifin

x



17.
Moh. Samsul Arifin

x



18.
Noval Ramadhani

x



19.
Silvi Nadilah


x


20.
Shey Mulla


x


21.
Sivatul Laili

x



22.
Umi Kulsum
X





KETERANGAN:
 A =Sangat baik =81-100                             D=21-40
B = Baik              =61-80
C = Cukup          =41-60

DAFTAR NILAI PRAKTEK PENGUCAPAN LAFAL
NO
NAMA
NILAI PRAKTEK PENGUCAPAN LAFAL
KETERANGAN


Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

1.
Annisa Ulhanif

x



2.
Agit Saputra
X




3.
Arbaeni

x



4.
Abdul Wahab

x



5.
Adella Permata Sari
X




6.
Farrah Dita
X




7.
Haris Maziroh



x

8.
Hovivatul Indani


x


9.
Indah Ramadhani

x



10.
Lailatul Jannah

x



11.
Mohammad Arifin

x



12..
Moh. Hasbiyanto


x


13.
Moh.Rian Cahyono
x




14.
Mohammad Rusli


x


15.
Mohammad Somdhi

x



16.
Moh.Zaenal Arifin

x



17.
Moh. Samsul Arifin

x



18.
Noval Ramadhani

x



19.
Silvi Nadilah



x

20.
Shey Mulla


x


21.
Sivatul Laili

x



22.
Umi Kulsum

x




Keterangan:
Sangat baik =81-100                                      Kurang=21-40
Baik              =61=80
Cukup         =41-60


PEMBAHASAN
1.    Sebelum Siklus dan siklus 1
       1412
       ---------x100%=64,18%
       2200
       Siklus 1
        1461
        ---------x100%=66,40%
       2200
       Perkembangan yang terjadi antara sebelum siklus ke siklus 1 adalah :
       66,40%-64,18% = 2,22%
       Jadi pada fase ini ada peningkatan hasil belajar siwa sbanyak 2,22 %

2.    Siklus 1 dan siklus 2
      Siklus 1
       1461
        -------x100%=66,40%
       2200
       Siklus 2
       1545
        -------x100%=70,22%
        2200
       Perkembangan yang terjadi antara siklus 1 dan siklus 2 adalah=
       70,22%-66,40%=3,82%

3.    Siklus 2 dan Siklus 3
      Siklus 2
   1545
   --------x100%=70,22%
   2200
   Siklus 3
    1636
    ---------x100%=74,36%
    2200
Perkembangan yang terjadi pada siklus 2 dan siklus 3 adalah
74,36%-70,22%=4,14%


4.    Sebelum Siklus dan sesudah siklus
   1412
   --------x100%=64.18%
   2200
Sesudah siklus
  1594
  -------x100%=72.45%
  2200
Perkembangan yang terjadi padasebelum siklus dan sesudah siklus adalah=
72,45%-64,18%=8,27%

           Bahwa potensi yang ada pada diri guru dapat dioptimalkan/dikembangkan melalui Kelompok Kerja Guru yang ada di wilayah SD terdekat,sehingga akan semakin maksimal dalam menguasai ilmu dan ketrampilan yang dimiliki. Hal-hal seperti yang tersebut di atas dapat mengarah pada profesionalisme guru,jika semakin ditingkatkan dan dikembangkan maka seorang guru dapat mencapai tingkat optimalisasi yang tinggi. Selanjutnya Kelompo Kerja Guru sebagai wadah pengembangan potensi guru jika semakin diberdayakan maka aka semakin bermanfaat. Dengan pengembangan masalah di bidang tertentu,dalam hal ini Bahasa Daerah yang dikembangkan melalui diskusi kelompok yang dilakukan oleh guru bidang studi Bahasa Daerah Madura membawa efek yang sangat bagus bagi sekolah kami yaitu SDN Lembengan 03.
           Efek yang sangat bagus yang dimaksud adalah meningkatnya hasil belajar siswa SDN Lembengan 03 sebagai berikut:  1)Tingkat pencapaian sebelum siklus mencapai =64,18%
Dengan tingkat ketidak tuntasan sebesar=35,82%; Tingkat pencapaian sesudah  tindakan mencapai =72,45%.  Dengan tingkat ketidak tuntasan yang dapat diminimalkan sehingga tinggal =27,55%.       Dengan kata lain optimalisasi pemberdayaan guru melalui Kelompok Kerja Guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar=8,27%.          Atau dengan kata lain pemberdayaan guru melalui Kelompok Kerja Guru dapat meminimalkan ketidak tuntasan hasil belajar sebesar=8,27.%

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan: Dapat  meningkatkan hasil belajar siswa tentang penulisan ejaan bahasa daerah Madura  di SDN Lembengan 03 melalui optimalisasi pemberdayaan KKG Guru  SDN Lembengan.
             Berdasarkan kesimpulan  penelitian maka  peneliti memberikan saran  dan rekomendasi agar mengoptimalkan potensi yang ada di KKG sehingga permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru dapat dituntaskan dengan didiskusikan sesama guru di lingkup KKG tersebut.  Peneliti berharap jika di suatu Lembaga Pendidikan ada suatu masalah/hambatan yang terkait dengan kemajuan yang diharapkan, maka jangan merasa enggan untuk memanfaatkan Kelompok Kerja Guru yang ada di wilayah Lembaga terdekat. Demikian pula bahwa potensi yang ada pada setiap guru bisa dikembangkan seoptimal mungkin,bisa dimotifasi kea rah yag lebih maju lagi.

DAFTAR  RUJUKAN
Depdiknas. 2006 Kurikulum  Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Puskur
Sukardi,Azis,. 2001. Bahasa Madura SD Kelas 3.. Surabaya: Depdikbud.
Sumiarto. 2003. Pengajaran Bahasa Madura SD Kelas 3.: Surabaya: Depdikbud.
Daryanto,H.. 2001. Evaluasi Pendidikan: Jakarta: .Penerbit Rineka Ciptata.

Depdiknas. 2010. Penelitian Tindakan Sekolah.. Jakarta:  Direktorat Tenaga Kependidikan.