Cari Blog Ini

Minggu, 26 April 2015

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AJAR “PERAN ANGGOTA KELUARGA” MELALUI METODE ROLE PLAYING SISWA KELAS II SDN PURWOASRI 03 Kanti Rahayu

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AJAR    “PERAN ANGGOTA KELUARGA” MELALUI METODE ROLE PLAYING SISWA KELAS II SDN PURWOASRI 03

Kanti Rahayu


Abstrak: Penelitian Tindakan kelas  ini bertujuan mengkaji tentang: Upaya Meningkatkan Hasil Belajar  Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Peran Anggota Keluarga” Melalui Metode Role Playing Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03. Rancangan penelitian yang digunakan dalam PTK ini adalah rancangan penelitian research and development dengan model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi selama 3 siklus. Hasil Penelitian dapat Meningkatkan Hasil Belar IPS  Materi Ajar “Peran Anggota Keluarga” Melalui Metode Role Playing Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03, Peningkatan  ketuntasan hasil belajar  pada siklus pertama  53%pada siklus dua meningkat menjadi 88% dan pada sisklus tiga  menjadi 94%..

 Kata Kunci: Metode Role Playing, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Salah satu aspek dalam pembelajaran adalah hubungan antar siswa. Hubungan antar siswa merupakan komponen penting yang harus direncanakan dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru dapat mengkondisikan kelas dan merekayasa hubungan antar siswa seefektif mungkin. Dengan demikian dalam kegiatan pembelajaran perlu diperhatikan bagaimana keterlibatan siswa dalam pengorganisasian pengetahuannya (E. Mulyasa, 2004. Usman, C. 1997.; .
Proses belajar mengajar di sekolah terkadang sering membuat siswa bosan karena guru tidak memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang variatif, untuk menarik minat siswa. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dimaksudkan untuk mengatasi kendala-kendala yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa.
Pada umumnya cara yang digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah metode ceramah dan tanya jawab. Hal ini telah diterapkan di sekolah tempat penelitian, tetapi metode ini kurang efektif walaupun guru sudah berusaha menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Penelitian tindakan kelas adalah strategi pengembangan profesi guru karena menempatkan guru sebagai agen perubahan, menempatkan guru sebagai peneliti bukan sebagai informan pasif, dan mengutamakan kerjasama  antara   guru, siswa dan  staf  pimpinan sekolah lainnya dalam
membangun kinerja sekolah yang lebih baik. Jadi penelitian tindakan kelas
merupakan penelitian yang dapat mengembangkan strategi guru dalam proses belajar mengajar. Karena dapat mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan.
             Untuk memperbaiki proses pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas II SDN Purwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember semester genap tahun pelajaran 2013/2014 , peneliti yang mengajar di kelas ini bermaksud untuk mengadakan penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan metode Role Playing. Kelas ini dipilih menjadi subyek dan obyek penelitian, karena hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial masih belum mencapai ketuntasan.
Metode  Role Playing atau bermain peran adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan/ memerankan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial, yang lebih menekankan pada kenyataan-kenyataan dimana para murid diikutsertakan dalam memainkan peranan di dalam mendramakan masalah-masalah hubungan sosial.
Berdasarkan uraian diatas diatas, maka masalah penelitian tindakan kelas dirumuskan  sebagai berikut : Apakah Dapat Meningkatkan Hasil Belajar  Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Peran Anggota Keluarga” Melalui Metode Role Playing Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Semester Genap  Tahun Pelajaran 2013/2014 ?

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan mengkaji tentang: Upaya Meningkatkan Hasil Belajar  Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Peran Anggota Keluarga” Melalui Metode Role Playing Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Semester Genap  Tahun Pelajaran 2013/2014.
Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharpakan dapat bermanfaat :
1)     Bagi siswa, dapat Meningkatkan hasil belajar  karena siswa jadi bersemangat dalam belajar dan lebih mudah memahami materi yang diajarkan,
2)     Bagi guru, penelitian ini bermafaat untuk mengembangkan proses pembelajaran sehingga tidak membosankan ,
3)     Bagi sekolah, dapat sebagai masukan yang sangat baik untuk menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar di sekolah.


METODE PENELITIAN
Daerah penelitian merupakan tempat atau lokasi untuk melakukan penelitian yaitu di SDN Porwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Subyek Penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas II pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 17 siswa .
Rancangan penelitian yang digunakan dalam PTK ini adalah rancangan penelitian research and development dengan model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang direncanakan selama 3 siklus (Wiriaatmadja, R. 2005)..
 



















Gambar: Rancangan penelitian dengan research and development (Kasbolah 1998: Wiriatmaja, 2005))

Dengan berpedoman pada refleksi awal, maka prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dalam setiap siklus.
  1. Perencanaan
Kegiatan ini meliputi :
a.    Peneliti dan guru  pengajar menetapkan alternative upaya peningkatan kualitas pembelajaran
b.    Secara bersama-sama tim peneliti dan guru pengajar mata pelajaran membuat perencanaan pembelajaran
c.    Melakukan latihan bersama guru pengajar dan tim peneliti, serta mendiskusikan tentang pembelajaran
d.    Membuat dan melengkapi alat media pembelajaran, seperangkat alat evaluasi (authentic assessment) seperti membuat lembar observasi, merencanakan bentuk tugas, dll.
e.    Menyiapkan segala perangkat observasi demi kesuksesan kegiatan penelitian yang dilengkapi pula dengan membuat angket, lembar observasi, lembar wawancara dan catatan bebas.
  1. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan, yakni melaksanakan pembelajaran berikut proses evaluasinya dengan menggunakan berbagai alat evaluasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan pada siswa untuk berpartisipasi dalam melakukan penilaian proses terhadap kinerja temannya selama pembelajaran berlangsung.
  1. Observasi
Dalam tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan oleh tim peneliti dan pemegang mata pelajaran. Observasi ini dilaksanakan pada saat maupun setelah proses pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan ini digunakan lembar observasi yang dilengkapi dengan angket pedoman wawancara dan catatan bebas.
  1. Refleksi
Data-data yang diperoleh melalui observasi dianalisis pada tahap ini. Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti bersama guru Pembina mata pelajaran dapat merefleksikan diri tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil refleksi ini akan dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus berikutnya. Setelah semua aspek dipertimbangkan secara seksama dipersiapkan siklus berikutnya, demikian seterusnya hingga tercapai target dan dikatakan efektif atau terjadi peningkatan yang signifikan sebagaimana yang telah ditargetkan. Penelitian ini akan dilaksanakan 3 siklus sehingga pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini benar-benar bermanfaat dan meningkatkan hasil belajar siswa. Apabila dalam siklus II tidak diperoleh hasil belajar yang diinginkan maka akan diteruskan pada siklus selanjutnya.

Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data bermaksud untuk mendapatkan bahan-bahan yang relevan, akurat dan sesuai dengan tujuan penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah Tes, Observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket.

Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan keadaan dilapangan secara deskripsi guna mengetahui kualitas dan efektifitas penggunaan metode role playing dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dimana dalam memperoleh data kualitatif peneliti dapat menggunakan beberapa cara seperti angket, observasi, wawancara dan tes yaitu dengan mengumpulkan data yang telah tersebut diatas, sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya  pembelajaran dengan metode role playing yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar “Peran Anggota Keluarga”.

Indikator Kerja
            Indikator yang dapat dicapai dari Penelitian Tindakan Kelas ini antara lain:
  1. Terjadi peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pre tes ke nilai pos tes.
  2. Adanya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar baik berupa melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru sesuai dengan materi yang dipelajari.
  3. Siswa lebih mudah memahami dan menerima materi ajar “Peran Anggota Keluarga” pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan metode role playing .
  4. Hasil belajar mencapai ketuntasan yakni skor minimal 65% dan secara klasikal 100%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Analisa data yang dilakukan pada siklus I dengan menerapkan metode role playing pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi pokok “Peran Anggota Keluarga” menunjukkan bahwa hasil belajar belum mencapai ketuntasan, yaitu siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswa atau 47%, dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 9 siswa atau  sebanyak 53 %. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan metode role playing yang diterapkan. Siswa masih tampak canggung dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga siswa tidak konsentrasi untuk mengikuti materi yang diajarkan. Analisa data pada siklus I lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014  pada Siklus I.
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
8
47%
65 – 100
9
53%
Jumlah
17
100%
Sumber : Data yang diolah
Berdasarkan analisis data pada siklus I diatas, selanjutnya peneliti melanjutkan Penelitian Tindakan Kelas pada siklus II dengan mengulang tahap demi tahap pelaksanaan pembelajaran untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Pada kesempatan ini peneliti menjelaskan kembali penerapan metode role playing, dan memberi contoh peran anggota keluarga. Siswa menyimak apa yang dijelaskan oleh peneliti dan tampak mulai memahami metode role playing dan materi yang diajarkan.
Pada siklus II ini, masih ada beberapa siswa yang belum bisa menyesuaikan dengan metode role playing yang diterapkan, sehingga masih ada siswa yang belum mencapai ketuntasan hasil belajar. Namun, berdasarkan analisa data yang dilakukan, terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus II , yaitu yang mendapat nilai < 65 sebanyak 2 siswa atau 12%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 15 siswa atau sebanyak 88%. Maka pada siklus II secara kalsikal sudah mencapai ketuntasan belajar. Hal ini lebih jelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014  pada Siklus II.
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
8
47%
65 – 100
9
53%

Jumlah
17
100%
Sumber : Data yang diolah
Meskipun secara klasikal pada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar , namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga perlu perbaikan pada siklus selanjutnya yaitu siklus III.
Pelaksanaan siklus III, hanya mengulang apa yang sudah diterapkan pada pembelajaran siklus II. Pada siklus ini siswa sudah terbiasa dengan metode role playing, dan tidak malu untuk memerankan anngota keluarga, sehingga suasana belajar lebih menyenangkan. Selanjutnya dilakukan analisa data pada siklus III, yang dilakukan dengan tes dan latihan soal sudah menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diharapkan . Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS iswa Kelas II SDN Purwoasri 03   Pada    Siklus III.
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
1
6%
65 – 100
16
94%
Jumlah
17
100%
Sumber : Data yang diolah

Analisa data pada siklus III, menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar yang menggembirakan, yaitu siswa yang mendapat nilai < 65 hanya 1 siswa atau sebanyak 6%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 16 siswa atau 94%, oleh karena itu analisa data tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Untuk melihat lebih jelas peningkatan hasil belajar dari mulai Siklus I, Siklus II, dan Siklus III , dapat dijelaskan pada tabel 4 dan grafik 1, sebagai berikut :

Tabel 4. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS  Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03 pada Siklus I, siklus II, dan Siklus III.
Kriteria Nilai
Siklus I
Siklus II
Siklus III
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
8
47%
2
12%
1
6%
65 – 100
9
53%
15
88%
6
94%
Jumlah
17
100%
17
100%
17
100%
 Sumber : Data yang diolah
           



Grafik 1. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III.

Sumber : data yang diolah

Pembahasan
Penerapan pembelajaran dengan metode role playing atau bermain peran memungkinkan guru dapat memberikan perhatian kepada setiap siswa sehingga terjadi hubungan yang lebih dekat antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Sehingga akan terjadi interaksi yang lebih baik antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru serta informasi untuk membahas masalah yang mereka hadapi bersama. Pengajaran ini memungkinkan siswa lebih aktif dalam proses belajar.
            Peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar ”Peran Anggota Keluarga” yang terjadi pada siklus I, siklus II, dan siklus III, dapat dipahami karena pembelajaran dengan metode role playing membuat siswa dapat berperan langsung menjadi anggota keluarga yang ada pada materi ajar. Dengan memerankan langsung , siswa menjadi lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Pada siklus I dengan menerapkan metode role playing pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi pokok “Peran Anggota Keluarga” menunjukkan bahwa hasil belajar belum mencapai ketuntasan, yaitu siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswa atau 47%, dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 9 siswa atau  sebanyak 53 %. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan metode role playing yang diterapkan. Siswa masih tampak canggung dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga siswa tidak konsentrasi untuk mengikuti materi yang diajarkan.
            Selanjutnya peneliti melanjutkan Penelitian Tindakan Kelas pada siklus II dengan mengulang tahap demi tahap pelaksanaan pembelajaran untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Pada siklus II ini, masih ada beberapa siswa yang belum bisa menyesuaikan dengan metode role playing yang diterapkan, sehingga masih ada siswa yang belum mencapai ketuntasan hasil belajar. Namun, bersdasarkan analisa data yang dilakukan, terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus II , yaitu yang mendapat nilai < 65 sebanyak 2 siswa atau 12%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 15 siswa atau sebanyak 88%. Maka pada siklus II secara kalsikal sudah mencapai ketuntasan belajar.
            Meskipun secara klasikal pada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar , namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga perlu perbaikan pada siklus selanjutnya yaitu siklus III. Pelaksanaan siklus III, hanya mengulang apa yang sudah diterapkan pada pembelajaran siklus II. Pada siklus ini siswa sudah terbiasa dengan metode role playing, dan tidak malu untuk memerankan anngota keluarga, sehingga suasana belajar lebih menyenangkan. Selanjutnya dilakukan analisa data pada siklus III, yang dilakukan dengan tes dan latihan soal sudah menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diharapkan .
Analisis data pada siklus III, menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar yang menggembirakan, yaitu siswa yang mendapat nilai < 65 hanya 1 siswa atau sebanyak 6%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 16 siswa atau 94%, oleh karena itu analisa data tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Berdasarkan observasi langsung peneliti mengetahui bagaimana keantusiasan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung pada masing-masing kelas. Dan juga dari hasil wawancara peneliti dengan siswa diketahui bahwa siswa lebih tertarik belajar dengan menggunakan metode pembelajaran dengan metode role playing. Alasan penulis tertarik terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode role playing karena, pembelajaran ini akan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar selain itu siswa terlibat langsung dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan begitu siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan, yaitu “Peran Anggota Keluarga”.
Baik atau buruknya suatu pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil belajar akan baik jika dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar, tidak gaduh, dan siswa antusias mengikuti pelajaran serta dapat meguasai materi yang disampaikan, dalam hal ini dapat dibuktikan dengan tercapainya tujuan pembelajaran. Hasil penelitian tersebut jika dicermati lebih dalam membawa implikasi bahwa pembelajaran menggunakan metode role playing sebagai alternatif dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan penelitian tindakan kelas (PTK), maka hasil analisis data dapat peneliti simpulkan sebagai berikut : Dapat Meningkatkan Hasil Belajar  Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar    “Peran Anggota Keluarga” Melalui Metode Role Playing Siswa Kelas II SDN Purwoasri 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Semester Genap  Tahun Pelajaran 2013/2014.

Saran-saran
Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas ini, saran-saran yang peneliti sampaikan adalah :
1)     Untuk guru hendaknya menerapkan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran yang lain.
2)     Untuk sekolah, agar memberi dukungan terhadap penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan oleh guru, karena penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

DAFTAR   RUJUKAN
Dimyati dan Mudjiono.2002. Belajar dan Pembelajaran,  Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S B. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
E. Mulyasa, 2004.Kurikulum Berbasis Kompetensi; Konsep, Karakteristik, dan Implementasi, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Moedjiono dan Dimyab. 1992.
Roestiyah. 1994. Masalah Pengajaran Sebagai suatu Sistem.Jakarta: Rineka Cipta.
Syaiful Bahari Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Rineka Cipta, Jakarta, 2000, Hlm. 185
Suryadi. 1989, Membuat Siswa Akff Beiajar Bandung : Mondar Maju.
Usman, C. 1997. Menjadi Guru ProfesionaL Bandung: Remaja Rosdakarya,
Wiriaatmadja, R. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung : PPS UPI.