Cari Blog Ini

Senin, 08 Februari 2016

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN  MATERI AJAR “ BENTUK-BENTUK KERJASAMA NEGARA-NEGARA ASEAN” MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO

Juman Hadianto

 Abstrak: Portofolio membantu siswa melihat apa yang mereka pikirkan, rasakan, kerjakan, dan perubahan dari sebuah periode waktu. Dari pengertian ini terlihat bahwa portofolio identik dengan kumpulan dari hasil karya siswa yang terbaik Pujuan Penelitian Tindakan Tindakan Kelas ini, peneliti ingin meningkatkan hasil belajar PKn dengan menerapkan model pembelajaran  berbasis portofolio. Hasil penelitian:  Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)  Materi Ajar “ Bentuk-Bentuk Kerjasama Negara-Negara ASEAN” Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Ketuntasan hasil belajar pada siklus pertama tuntas 80%,Pada sisklus kedua  meningkat ketuntasannya mencapai  90%
       
       Kata Kunci:  Pembelajaran  Berbasis Portofolio, Hasil Belajar
          
PENDAHULUAN
                Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah pendidikan tentang nilai-nilai yang sasarannya bukan semata-mata pengalihan pengetahuan melainkan lebih ditekankan pada pembentukan sikap. Dengan demikian matapelajaran PKn meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor, yang lebih menitik beratkan pada ranah afektif (Depdiknas, 2005).
          Kepribadian siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh ranah kognitif, apektif dan psikomotor. Ketigaranah tersebut menyatu dan sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk kepribadian unik setiap manusia. Dalam menyajikan pelajaran, guru harus berupaya mengembangkan ketiga ranah tersebut agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat perbedaan tergantung dari ranah mana yang mendapat penekanan, sementara dalam pembelajaran PKn, hasil akhir yang menjadi tujuan adalah pengembangan ranaha pektif yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlakudan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia Indonesia.
                Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. ( Depdiknas, 2005).
                Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru mampu menyampaikan semua mata pelajaran yang tercantum dalam proses pembelajaran secara tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
          Pada dasarnya dalam kehidupan suatu bangsa, faktor pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa tersebut. Secara langsung maupun tidak langsung pendidikan adalah suatu usaha sadar dalam menyiapkan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kegiatan, bimbingan, pengajaran dan pelatihan bagi kehidupan dimasa yang akan datang. Tentunya hal ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, anggota masyarakat dan orang tua. Untuk mencapai keberhasilan ini perlu dukungan dan partisipasi aktif yang bersifat terus menerus dari semua pihak.
Dalam proses pembelajaran PKn, guru belum semuanya melaksanakan pendekatan siswa aktif, dan peranan guru sebagai dinami sato rbelajar siswa belum diterapkan, namun guru masih dominan menggunakan metode
Ceramah dan Tanya jawab. Dalam penyampaian materi pelajaran guru masih menggunakan buku-buku sumber dan buku pelengkap sebagai sumber belajar, dan dalam penyampaian bahan ajar kepada siswa belum digunakan media belajar yang lain.
                Dalam Penelitian Tindakan Tindakan Kelas ini, peneliti ingin meningkatkan hasil belajar PKn dengan menerapkan metode pembelajaran yang belum pernah diterapkan di kelas II SDN Sukogidri 02 Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember, yaitu Model Pembelajaran Berbasis Portofolio.
Model pembelajaran berbasis portofolio merupakan satu bentuk daripraktek belajar kewarganegaraan, yaitu suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik- empirik. Model pembelajaran berbasis portofolio merupakan alternatif cara belajar siswa aktif (CBSA) dan cara mengajar guru aktif. Karena sebelum, selama dan sesudah proses belajar mengajar guru dan siswa dihadapkan pada sejumlah kegiatan (Fajar, 2002:4). Sedangkan menurut Budiono (2001: 1) model pembelajaran berbasis portofolio merupakan satu bentuk dari praktek belajar kewarganegaraan, yaitu suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik.
Menurut Wayatt dan Looper (dalam Budimansah,2002) portofolio diartikan sebagai suatu koleksi yang sangat pribadi dari benda-benda hasil karya manusia yang cerdas dan refleksi dari suatu prestasi pembelajaran, kekuatan, dan kerja terbaik. Lebih lanjut dikatakan bahwa portofolio membantu siswa melihat apa yang mereka pikirkan, rasakan, kerjakan, dan perubahan dari sebuah periode waktu. Dari pengertian ini terlihat bahwa portofolio identik dengan kumpulan dari hasil karya siswa yang terbaik.Mengacu pada pengertian ini, maka portofolio siswa adalah sekumpulan informasi tentang kegiatan yang dilakukan siswa selama pembelajaran PKn berlangsung. Model pembelajaran berbasis portofolio  merupakan suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi perkulihan  secara mendalam dan luas melalui pengembangan materi yang telah dikaji di kelas dengan menggunakan berbagai sumber bacaan atau refeerensi.Pengembangan materi dapat ditempuh dengan meninjau materi yang disajikan oleh dosen dari berbagai perspektif.
          Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kela sini adalah: Apakah Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)  Materi Ajar “ Bentuk-Bentuk Kerjasama Negara-Negara ASEAN” Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Siswa Kelas VI SDN Sukogidri 02 ?
          Tujuan yang ingin dicapai Penelitian Tindakan Kelas ini adalahuntuk mengkaji tentang: Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)  Materi Ajar “ Bentuk-Bentuk Kerjasama Negara-Negara ASEAN” Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Siswa Kelas VI SDN Sukogidri 02
Adapun manfaat hasil penelitian tindakan kelas ini adalah:
1) Bagi Siswa, penelitian ini memberikan pengalaman baru sehingga siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
2) Bagi Guru, penelitian ini dapat mengembangkan pengetahuan tentang metode mengajar yang variatif,
3) Bagi sekolah, sebagai informasi dalam pembelajaran dan alternatif metode mengajar untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.



METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini adalah SDN Sukogidri 02 Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember . Subyek  dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SDN Sukogidri 02 Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember yang berjumlah 20 siswa.

Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). merupakan penelitian yang dapat mengembangkan strategi guru dalam proses belajar mengajar karena dapat mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan.
Rancangan penelitian ini menggunakan skema model penelitian tindakan Hopkins yaitu suatu suatu model tindakan kelas yang digambarkan dalam bentuk spiral yang terdiri dari 4 fase yang meliputi : perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection).
1) Perencanaan (planning)
Dalam penelitian ini disusun suatu desain Model Pembelajaran Berbasis Portofolio, materi pelajaran, post-tes, pedoman observasi, angket, mengkordinir tindakan.
2) Tindakan (action)
Pada fase tindakan yang dilakukan adalah penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pelaksanaannya yaitu antara lain penyampaian masalah, pembentukan kelompok, menagih lembar tulisan siswa dan mengadakan post-tes diakhir pembelajaran. Pada tahap ini juga akan dilakukan wawancara dan pemberian angket untuk mengetahui kesulitan siswa dan tanggapan siswa terhadap Model Pembelajaran Berbasis Portofolio.
3) Pengamatan (observation)
Pada fase ini yag dilakukan adalah pengumpulan data yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio. Fokus pengamatan dalam tahap observasi ini sesuai dengan perencanaan dalam lembar pedoman observasi.
4) Refleksi (reflection)
            Hasil dari pengamatan ini dijadikan sebagai dasar langkah berikutnya yakni apakah hasil yang didapatkan sudah sesuai dengan kriteria ketuntasan atau tidak. Jika iya maka penelitian selesai yang berarti penelitian hanya sampai pada siklus I namun jika tidak maka akan dilanjutkan pada siklus II yakni diawali dengan merevisi kembali perencanaan, kemudian melakukan kembali poin 2, 3, 4 dan seterusnya.
Penelitian ini direncanakan menggunakan 3 siklus jika pada siklus pertama hasil belajar sudah mencapi ketuntasan maka siklus akan dihentikan begitu sebaliknya.

 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yaitu memperoleh data-data yang relevan dan akurat yang dapat digunakan dengan tepat sesuai dengan tujuan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Metode observasi 2) Metode wawancara 3) Metode tes 4) Metode dokumentasi.

 Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif terhadap data-data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara oleh peneliti seperti tanggapan guru dan siswa mengenai penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dan kegiatan guru selama proes pembelajaran berlangsung sedangkan analisis data kuantitatif diperoleh dari hasil tes.



 Indikator Keberhasilan
Kriteria ketuntasan hasil belajar adalah daya serap perseorangan, seseorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai skor >65 dari skor maksimal 100 daya serap klasikal suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 85%.


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
            Pada tahap awal penelitian tindakan kelas ini, guru mengajar Pendidikan Kewarganegaraan sesuai yang telah direncanakan, guru lebih menekankan pada aktivitas belajar siswa. Tetapi sebelum pelaksanaan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio diterapkan ,terlebih dahulu dilakukan analisa data pada pratindakan sebagai titiktola kpenelitian tindakan kelas ini.
            Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara kolaborasi dengan guru kelas dan kepala sekolah yang membantu dalam pelaksanaan observasi dan refleksi selama penelitian berlangsung, sehingga penelitian bisa terkontrol sekaligus menjaga kevalidan hasil penelitian. Analisis data sebelum penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio adalah, yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswadengan persentase 40%, dan yang mendapatnilai65 – 100 sebanyak 12 dengan 60%, sehingga pada pratindakan dinyatakan belum tuntas .
            Selanjutnya analisis data dilaksanakan pada siklus I dengan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio. Kurikulum yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan kompetensi dasarnya. Mengingatjumlahsiswa yang hanya20 orang. Makasiswa dikelompokkan dalam dalam kelompok kecil, yaitu menjadi 4 kelompok, masing kelompok beranggota 5 orang.
            Pada tahap siklus pertama ini, hasil yang di capai belum begitu memuaskan, hal ini di karenakan siswa belum terbiasa dengan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio, tampak sekali siswa masih malu dan belum menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Karena itu peneliti perlu melaksanakan perbaikan dengan melaksanakan tindakan pada siklus dua.
Adapun hasil analisis data padasiklus I dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini:

Tabel 1.Ketuntasan Hasil Belajar PKn siswa Kelas VI SD Negeri Sukogidri padaPadaSiklus I .
KriteriaNilai
Siswa
Persentase
< 65
4
20%
65 -100
16
80%
Jumlah
20
100%
Sumber : Data Yang Diolah
                  Berdasarkan tabel di atas , dapat diketahui pada Siklus I diperoleh data yang mendapat nilai< 65 sebanyak 4 siswa dengan persentase 20%, yang mendapatnilai 65 – 100 sebanyak 16 siswa dengan persentase 80%, dengan demikian pada Siklus I sudah dinyatakan tuntas belajar. Namun peneliti masih ingin mendapatkan peningkatan ketuntasan yang maksimal, selanjutnya dilakukan analisis data pada Siklus II .
            Tahap ini dilaksanakan sesuai dengan siklus I, namun pada siklus II ini lebih di fokuskan untuk memperbaiki setiap kekurangan yang ada pada siklus I. Peneliti membuat RPP yang materinya masih sama dengan siklus I namun evaluasinya berbeda yang disusun berdasarkan kesepakatan dengan guru kelas dan kepala sekolah.
            Ketuntasanhasilbelajarpadasiklus II dapat di lihat pada tabel 2 berikut.



Tabel 2.Ketuntasan Hasil Belajar PKn pada PadaSiklus II
KriteriaNilai
Siswa
Persentase
< 65
2
10%
65 -100
18
90%
Jumlah
20
100%

Sumber : Data Yang Diolah
                  Berdasarkan hasil ketuntasan belajar pada Siklus II diperoleh hasil yang sangat memuaskan, yaitu yang mendapat nilai< 65 sebesar 2 siswa dengan persentase 10%, yang mendapatnilai65 – 100 sebanyak 18 siswa dengan persentase 90%, dengan demikian pada Siklus II dinyatakantuntasbelajar secaraklasikal. Karena pada siklus II, sudah mendapatkan ketuntasan hasil belajar yang sangat memuaskan ,maka analisis data dihentikan dan tidakdilanjutkan pada siklus berikutnya.
            Untukmelihatperbandinganketuntasanhasilbelajardaripratindakan, siklus I, dansiklus II lebihjelasdapatdilihatpadatabel 3 danpadaGrafik 1, di bawahini .

Tabel 3. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar PKn PadaPraTindakan, Siklus I, danSiklus II.
Kriteria Nilai
PraTindakan
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
8
40%
4
20%
2
10%
65 – 100
12
60%
16
80%
18
90%
Jumlah
20
100%
20
100%
20
100%
 Sumber : Data yang diolah

Grafik 1. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar PKn pada PraTindakan, Siklus I, dan  Siklus II.
Sumber : Data yang diolah

Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis kuantitatif diskriptif di atas, menunjukan bahwa kadar proses pembelajaran siswa mengalami peningkatan dari Pra Tindakan hingga Model Pembelajaran Berbasis Portofolio diterapkan.
Peningkatan ini dapat kita pahami karena pada dasarnya Model PembelajaranBerbasisPortofolio.Tugas guru adalah mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.
Oleh karena itu proses pengajaran harus memberikan stimulus agar peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu guru juga berperan untuk mendorong siswa agar memiliki pengalaman dan melakukan percobaan.
Tingkat ketuntasan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti : motivasi, suasana kelas, materi pembelajaran, kompetensi (profesi guru) dan lain-lain. Khusus guru berdasarkan pengamatan peneliti, relatif kurang dasar profesi keguruannya, Keadaan seperti itu, akan mempengaruhi seorang guru dalam proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan kadar proses pembelajaran siswa, khusus variasi-variasi model pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif. Keberhasilan proses pembelajaran sangat tergantung dari interaksi guru dan siswa. Interaksi guru dan siswa dapat dilihat dalam hal tanya jawab yang dilakukan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar (Sudjana,1990) dan proses interaksi akan berjalan bila siswa memiliki reaksi cepat terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Peran guru dalam mendorong keaktifan siswa masih diperlukan terutama dalam memberikan stimulus dan mengkondisikan belajar yang kondusif karena dengan selalu memperhatikan kondisi tersebut dalam pemberian stimulus oleh guru akan dapat mendorong siswa untuk semakin mandiri, pembelajaran mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk dapat meningkatkan proses pembelajaran.
Pemberian motivasi untuk memanfaatkan sarana pembelajaran yang tersedia dan selalu memanfaatkan belajar kelompok akan dapat meningkatkan kadar proses pembelajaran optimal dan akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa sebagaimana diharapkan bersama, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin mengglobal sekarang.
Peningkatan motivasi belajar siswa melalui penerapan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik suatu mata pelajaran adalah merupakan suatu kemampuan seorang pendidik untuk memiliki daya kreatif dan inovatif melalui suatu percobaan tindakan dikelas. Kegiatan ini harus dilakukan terus menerus oleh seorang pendidik, sampai mendapatkan model pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan karakteristikmata pelajaran yang dibinanya.
Hasil ini apabila dilaksanakan akan dapat mendorong siswa untuk meningkatkan motivasi belajar melalui kolaborasi model pembelajaran dalam rangka untuk mencapai suatu target pembelajaran yang direncakan. Tercapainya target pembelajaran itu harus didukung oleh sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai dan representative. Kondisi lingkup pembelajaran yang kondusif dan sarana yang reprentatif akan membuat siswa belajar lebih giat, senang dan kreatif dalam belajar. Kondusif pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah ini sudah cukup memadai dan representative, untuk selanjutnya merupakan kewajiban seorang pendidik menyusun dan melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mendorong dan memanfaatkan kondisi yang semaksimal mungkin dalam meningkatkan kadar proses pembelajaran yang berkualitas, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pembelajaran yang berdaya saing tinggi.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
          Berdasarkan hasil analisis di atas penelitian tindakan kelas (PTK) dapat kami simpulkan sebagai berikut: Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)  Materi Ajar “ Bentuk-Bentuk Kerjasama Negara-Negara ASEAN” Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Siswa Kelas VI SDN Sukogidri 02 pada siklus pertama tuntas 80%,Pada sisklus kedua  meningkat ketuntasannya mencapai  90%
.

Saran-saran
Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan adalah :
a)    Bagi guru,  hendaknya menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio, karena dapat meningkatkan hasil belajar  Mata Pelajaran PKn.
b)    Bagi lembaga pendidikan, hendaknya sarana untuk pembelajaran PKn agar dilengkapi, hal ini berguna untuk menambah semangat belajar dan dapat menunjang lancarnya proses pembelajaran.

DAFTAR  RUJUKAN
Adnan, Warsito, 2003, PKn, Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Budimansah, Dasim.2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio. Bandung:  Genesindo.
Depdiknas. 2005. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Puskur.
Djamariah, BS dan Azwan Zain, 1997, Startegi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta
Fajar,A. 2002. Model Pembelajaran Kooperatif  dalam IPS. Bandung. Alfabeta
Moleong, Lexy J. 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja Rosda Karya
Sagala, Syaiful. 2007. Manajemen Strategi dalam Peningkatan Mutu          Pendidikan. Bandung:Alfabeta