Cari Blog Ini

Senin, 08 Februari 2016

PEMANFAATAN  LINGKUNGAN ALAM SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR  IPA MATERI AJAR “ PERTUMBUHAN HEWAN”  SISWA KELAS II
 SDN SERUNI 02

Mulyono

Abstrak: Lingkungan yang dimanfaatkan dapat mengembangkan daya kreativitas, imajinasi siswa, pengembangan kemampuan motorik, emosi,, social, kognitif dan bahasa. Siswa dapat diajarkan tentang memecahkan berabagai nasalah, diajak berfikir logis dengan memanfaatkan lingkungan alam yang dihadapi, mengasah imajinasi, kreativitas, dan rasa ingin tahu mereka. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengkaji tentang: Pemanfaatan  Lingkungan Alam Sekitar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar  IPA Materi Ajar “ Pertumbuhan Hewan”   Hasil penelitian Pemanfaatan  Lingkungan Alam Sekitar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Prestasi Belajar IPA.

Kata Kunci:  Lingkungan Alam Sekitar, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu pendidikan dapat mengubah manusia dalam pikiran, perasaan dan perbuatannya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pendidikan mempunyai peranan dalam mengubah masyarakat dan memberi warna baru kepada masyarakat dan kebudayaan yang hidup di dalamnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan pemanfaatan lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam diarahkan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Penerapan Ilmu Pengetahuan Alam perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan ( Depdiknas, 2005).
Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Menurut Sardiman A. M. (2004 : 165), guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut  bagaimana  seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media, bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan model pembelajaran, strategi, teori belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah.
Alam bisa memberikan kegembiraan kepada siswa. Oleh karena itu, kia sebagai pendidik harus mengarahkan peserta didik kita supaya mampu memanfaatkan alam sebagai sarana untuk meningkatkan minat belajar siswa. Berbagai kegiatan dapat diciptakan oleh guru dan sekolah untuk memanfaatkan alam lingkungan. Dengan memperoleh pengalamn langsung dari alam, rasa ingin tahu dan semngat belajar siswa akan bertambah. Pada siswa Sekolah Dasar misalnya, dari segii usia mereka masih membutuhkan kreativitas fisik dalam proses menuju kemandirianya. Dunia mereka adalah dunia bermain. Melalui bermain anak memperoleh pembelajaran yang mengadung aspek perkambangan kognitif, social, emosi dan perkembangan fisik.
Usia mereka yang relative muda telah terbukti sangat mudah menyerap informasi dan pengetahuan yang ada di sekkitarnya. Kondisi seperti inilah yang perlu dimanfaatkan oleh guru dalam memberikann berbagai materi pelajaran. Pelajaran yang diberikan kepada mereka harus dibarengi dengan berbagai perbagai permainan. Dengan demikian guru dapat melaksanakan proses belajar yang mengarah pada proses perubahan tingkah-laku berbasis pengalaman.
Ketika guru ingin memanfaatkan dan mengembangkan potensi alam, pertimbangannya hal-hal berikut: 1) lingkungan alam  mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan fisik siswa; 2)Lingkungan yang dimanfaatkan untuk belaja merupakan lingkungan yang baru dan berbeda dengan lingkungan kelas dan sekolah, sehingga siswa belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tersebut; 3) Tercipta suasana sedemikian  rupa sehingga  siswa merasakan peran-peran sosial yang baru; 3)Suasana lingkungan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan hati nurani siswa melalui pengalaman dengan mahluk hidup yang ada didalamnya; 4)Permainan dan suasana belajar yang diberikan kepada siswa diharapkan bias meningkatkan kerjasama kelompok dan kemampuan mereka dalam memimpin; 5) lingkungan yang dimanfaatkan bisa mengembangkan daya kreativitas, imajinasi siswa, pengembangan kemampuanmotorik, emosi,, social, kognitif dan bahasa. Dengan mengguanakan berbagai sumber yang ada di lingkungan, siswa dapat diajarkan tentang memecahkan berabagai nasalah, diajak berfikir logis dengan memanfaatkan lingkungan alam yang dihadapi, mengasah imajinasi, kreativitas, dan rasa ingin tahu mereka. Dengan cara demikian, guru bias membantu mengembangkan sekaligus membina bakat dan potensi yang ada dalam diri setiap siswa (Sujana, 2008).
Peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan Pemanfaat Lingkungan Alam Sekitar sebagai model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, di SDN Seruni 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember pada siswa kelas II. Siswa di kelas ini dipilih karena hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam masih rendah, yaitu ketuntasan hanya 63%.
Pemanfaatan lingkungan alam sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran. Alasan utama yang dapat kita jadikan dasar dalam pemanfaatan lingkungan adalah kesediaannya yang tidak terbatas dimanapun siswa berada. Lingkungan mampu menyediakan berbagai kebutuhan siswa untuk belajar. Di samping itu Negara kita sangat kaya dengan lingkungan yang mampu menjadikan orang pandai, kreatif dan memiliki etika yang tinggi.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas sebagai berikut : Pemanfaatan  Lingkungan Alam Sekitar Apakah Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “ Pertumbuhan Hewan”  Siswa Kelas II SDN Seruni 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember ?
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengkaji tentang : Pemanfaatan  Lingkungan Alam Sekitar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “ Pertumbuhan Hewan”  Siswa Kelas II SDN Seruni 02.
Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan  dapat bermanfaat:
a)     Bagi Siswa, dapat meningkatkan hasil belajar  mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
b)     Bagi guru, Dapat menjadi acuan dalam memilih model/metode pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan.
c)     Bagi Sekolah, dapat memberi masukan yang baik untuk menentukan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran yang lain.

METODE PENELITIAN
Tempat penelitian merupakan lokasi dimana penelitian itu dilaksanakan, yaitu di SD Negeri Seruni 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri Seruni 02 Kecamatan Jeggawah Kabupaten sebanyak 36 siswa. Metode yang digunakan guru sebelumnya yaitu ceramah, guru menjelaskan materi di depan kelas dan siswa mendengarkan, sehingga siswa merasa bosan bahkan ada yang mengantuk. Hal ini berakibat siswa kurang maksimal dalam menerima atau memahami materi yang diberikan oleh guru. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Banyak model yang di jadikan landasan dalam penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan model skema penelitian tindakan kelas Hopkins di mana penelitian tindakan di laksanakan berupa proses pengkajian berdaur (cyclical) yang terdiri dari empat tahap, yaitu: merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan refleksi. Keempat tahap tersebut di pandang sebagai siklus spiral.
Langkah - langkah dalam penelitian ini diawali dengan perencanaan yaitu merencanakan segala sesuatu yang akan di lakukan. Kemudian di lakukan tindakan, selama tindakan berlangsung juga di lakukan observasi untuk mengumpulkan informasi yang di perlukan. Setelah semua data yang terkumpul di lakukan refleksi untuk menentukan apakah siswa tuntas belajar secara klasikal atau belum.
Penelitian dilaksanakan dalam  3 siklus, jika pada siklus I (pertama) sudah tercapai hasil yang di inginkan yaitu tercapai ketuntasan secara klasikal maka pelaksanaan siklus di hentikan, tetapi jika hasil yang dicapai belum seperti yang diinginkan maka di lanjutkan pada siklus berikutnya. Tetapi jika sampai pada siklus II (kedua) belum mencapai hasil yang di inginkan maka akan di berikan remedial atau perbaikan pada siswa yang belum tuntas belajarnya dan di lakukan analisis mengenai penyebabnya, dan dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Aktivitas siswa yang diamati meliputi dua tipe aktivitas yaitu aktivitas di dalam tugas (on-task) dan aktivitas di luar tugas (off-task).
1.  Tindakan Pendahuluan
Sebelum pelaksanaan siklus I, di lakukan tindakan pendahuluan. Pada tindakan pendahuluan ini, diadakan beberapa kegiatan sebagai langkah awal penelitian. Kegiatan yang di lakukan pada tindakan pendahuluan ini adalah :
a)    Melakukan wawancara dengan guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam mengenai pengalamannya dalam menggunakan metode mengajar sebelum penerapan Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar dan bagaimana aktivitas siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
b)   Melakukan observasi di kelas dengan tujuan mengetahui kondisi kelas dan mengetahui secara langsung metode mengajar yang di gunakan guru serta aktivitas belajar siswa.
Peneliti di bantu guru bidang studi membentuk kelompok. Dalam pembentukan kelompok ini terdiri dari 5-6 orang siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda. Pembentukan ini berdasarkan pada hasil belajar

Pelaksanaan Siklus
Siklus yang di laksanakan terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan observasi, dan refleksi. Apabila dalam siklus I (pertama) telah di capai hasil yang diinginkan yaitu keaktifan dan ketuntasan belajar siswa mencapai minimal 65% maka pelaksanaan siklus dihentikan, tetapi jika belum dicapai maka siklus II (kedua) perlu dilakukan dan seterusnya. Adapun kegiatan dalam kegiatan setiap siklus adalah :

A.    Perencanaan
Pada tahapan perencanaan siklus  , kegiatan yang dilakukan meliputi :
1)    Menentukan silabus penilaian berbasis kompetensi dan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
2)    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
3)    Menyususun daftar kelompok bermain siswa;
4)    Menyusun lembar kerja siswa dan alat peraga;
5)    Menyusun pertanyaan untuk siswa;
6)    Menyusun alat evaluasi berupa pre-tes, post-tes dan tes tunda;
7)    Membuat pedoman pengamatan dan wawancara.
B.    Tindakan
Tindakan yang di laksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a)    Memberikan Pre-test yang berkaitan dengan materi yang akan di bahas dalam pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana kesiapan penguasaan materi yang di miliki masing-masing siswa.
b)   Memberikan perlakuan, melakukan tahap pertama dari pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar
1.    Tahap persiapan
·      Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok yang anggotanya 5-6 orang
·          Guru menyampaikan materi yang akan di ajarkan.
·          Guru menyampaikan tujuan dan manfaat materi yang akan diajarkan.
·          Guru memberikan pertanyaan tentang obyek-obyek dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam.
2.    Tahap penyampaian
·         Guru memberikan gambaran atau ilustrasi tentang Ilmu Pengetahuan Alam.
·         Guru memberikan kesempatan siswa untuk membaca teori yang ada di buku dengan teknik membaca cepat.
3.    Tahap pelatihan
·         Guru membagikan LKS dan alat peraga pada siswa
·         Guru meminta siswa untuk mengerjakan LKS dan berdiskusi bersama anggota kelompoknya di sertai iringan musik.
4.    Tahap penampilan hasil
·         Guru memberikan peluang siswa untuk mendemontrasikan. permasalahan yang di diskusikan.
·         Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengadakan tanya jawab tentang hasil diskusi .
·         Guru membrikan penguatan dan penghargaan terhadap hasil belajar siswa.
C.    observasi
Pelaksanaan observasi di bantu oleh empat orang observer, yang sudah di kenal. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas belajar siswa yang meliputi :
a.    Tingkat kesiapan materi yang di miliki siswa sebelum pembelajaran berlangsung dengan menilai sikap siswa dalam mengerjakan Pre ­tes.
b.    Kemampuan mengeluarkan pendapatnya.
c.    Kemampuan merekontruksi (menyanggah jawaban dari siswa lain dengan memberikan argumennya).
d.    Kemampuan daiam berdiskusi serta presentasi.

D.   Refleksi
Setiap selesai pertemuan di lakukan refleksi guna mengetahui kekurangan yang terjadi pada akhirnya dipilih solusi untuk mengatasi kekurangan tersebut sehingga pada pertemuan selanjutnya tidak terjadi. Setelah data dari hasil observasi, nilai pre-tes, post-tes dan tes akhir diperoleh kemudian diolah menjadi skor akhir maka di lakukan refleksi. Setelah dilakukan refleksi dapat diketahui apakah sudah mencapai ketuntasan klasikal atau belum. Sehingga dari refleksi ini dapat ditentukan perlu atau tidaknya dilakukan siklus berikutnya.

Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang di gunakan untuk mengumpulkan data (Ankunlo, 1993:136). Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat dan dapat di gunakan dengan tepat sesuai dengan tujuan penelitian. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, tes dan angket.

Metode Analisis Data
Analisa data merupakan cara yang paling menentukan untuk menyusun dan mengolah data yang terkumpul, sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. Analisa data pada penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif terhadap data yang didapat dari hasil wawancara, observasi, tes dan angket.
Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)    pemanfaatan lingkungan alam sekitar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang meliputi :
a.   Tanggapan siswa mengenai pemanfaatan lingkungan alam sekitar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang diperoleh dari hasil interview.
b.   Kesulitan yang dihadapi dan kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal Ilmu Pengetahuan Alam  yang diperoleh dari hasil interview.
2)    Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar yang semuanya diperoleh dari hasil observasi.

Indikator Kinerja
Meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah di ukur dari nilai ketuntasan belajar siswa dengan standar nilai 65 secara individual dapat dikatakan telah tercapai ketuntasan dalam belajar khususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Secara klasikal mencapai ketuntasan > 85 % dari total siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 Hasil Penelitian
Kegiatan pertama-tama dilakukan dalam penelitian ini adalah melaksanakan kegiatan sesuai dengan model pembelajaran yang dilaksanakan sebelumnya. Pada tahap ini persiapan telah dilakukan, baik yang berkaitan dengan persiapan mengajar (Pembuatan RPP, alat evaluasi dan perencanaan setting pembelajaran) lernbar observasi, panduan wawancara dan persiapan latihannya (catatan bebas, maupun mempersiapkan deskripsi tugas penelitian).
Kegiatan observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Observasi utamanya dilakukan oleh guru (sebagai peneliti) dan dibantu oleh guru lain, observasi difokuskan pada proses berlangsungnya kegiatan pembelajaran utamanya berkaitan dengan keterampilan guru dalam mengajarkan dengan Pemanfaatan Alam sekitar.
Observasi juga dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan dilakukan oleh peneliti dan pembantu peneliti. Selain lembar observasi, peneliti juga menggunakan catatan bebas untuk mencatat segala peristiwa yang terjadi saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Catatan bebas utamanya untuk mencatat aktivitas yang tidak tercatat pada saat observasi . Disamping ini peneliti juga memberikan tes baik secara formal maupun non formal. Untuk mengetahui tingkat pemahaman anak tentang konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam  yang telah dibahas.
Pada saat refleksi peneliti mengadakan analisis, interprestasi dan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, seperti kegiatan observasi, hasil dari catatan bebas, hasil wawancara, angket dan hasil test. Semua kegiatan ini dilakukan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan pencapaian tindakan.
Aktivitas guru (peneliti) dan pembantu peneliti dalam melakukan pembelajaran, utamanya dalam melakukan observasi terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran masih nampak kesulitan. Hal ini disebabkan karena banyaknya lembar observasi yang harus dipakai oleh peneliti baik yang bersifat individu maupun kelompok. Dari analisis catatan bebas, bahwa beberapa permasalahan tersebut. Dari hasil catatan bebas bahwa partisipasi siswa masih didominasi oleh siswa tertentu. Kurangnya partisipasi, karena siswa yang lain masih nampak malu dan bahkan takut mengemukak'an pendapat.Hasil wawancara peneliti dengan beberapa siswa tentang pemanfaatan lingkungan alam sekitar sangat menambah aktivitas belajar mereka. Mereka merasa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran yang berbeda dengan proses sebelumnya, mereka merasa lebih jelas dalam memahami persoalan Ilmu Pengetahuan Alam  tidak seperti pembelajaran sebelumnya, keberanian mereka bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan guru lebih tampak. Hal ini dibenarkan oleh beberapa siswa yang kita wawancarai. Pada hasil analisa data pada siklus I diperoleh data yang memdapat nilai < 65 sebanyak 17 siswa dengan persentase 47%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 19 siswa dengan persentase 53%, dengan kondisi ini hasil belajar pada siklus I dinyatakan belum tuntas belajar, karena siswa masih belum mengenal proses pembelajaran pemanfaatan lingkungan alam sekitar.
Untuk lebih jelas, hasil analisa data pada siklus I, dapat dilihat padda tabel dibawah ini :
Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa kelas II SDN Seruni 02  pada Siklus I sebagai berikut :

Kriteria
Siswa
Persentase (%)
 < 65
17
47%
65 – 100
19
53%
Total
36
100%
Sumber : Data yang diolah
Kemudian analisa berikutnya dilaksanakan kegiatan pada siklus II bahwa kegiatan refleksi oleh peneliti pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ,siswa mulai mengenal model pembelajaran tersebut. Hal ini ditandai dengan hasil analisis data siswa dan juga hasil daya serap siswa, ada hal-hal yang harus disampaikan kepada siswa berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar adanya peningkatan pada siklus II. Untuk melihat hasil analisis data pada ketuntasan siklus II dapat di lihat tabel dibawah ini.

Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa kelas II SDN Seruni 02 pada Siklus II sebagai berikut :
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
 < 65
5
14%
65 – 100
31
86%
Total
36
100%
Sumber : Data yang diolah
Berdasarkan hasil analisis data pada siklus II, dapat dijelaskan bahwa siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 5 siswa dengan persentase 14%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 31 siswa dengan persentase 86%, dengan kondisi ini hasil belajar pada siklus II dinyatakan tuntas belajar secara klasikal. Namun untuk mendapatkan ketuntasan belajar yang lebih baik lagi, selanjutnya peneliti memperbaiki proses pembelajaran pada siklus III.
Deskripsi hasil penelitian selanjutnya sebagai berikut :
1. Perencanaan
Setelah menganalisis hasil belajar kegiatan pada siklus I, belum tuntas maka perlu diadakan beberapa perbaikan agar hasil yang diharapkan lebih baik. Pada tahap ini semua persiapan dilakukan berdasarkan beberapa kelemahan yang terjadi pada siklus I untuk itu ada beberapa perencanaan ulang yang perlu dilakukan. Hal ini baik yang berkaitan dengan aktivitas peneliti, peran siswa maupun yang berkenaan dengan alat, untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat, guru mengadakan diskusi untuk mengatasi kelemahan yang terjadi pada siklus I.
Setelah peneliti mengkaji dan mengevaluasi kembali semua perangkat pembelajaran. Kemudian peneliti akan berupaya menyederhanakan dan menyesuaikan proses dengan kondisi yang ada, perangkat dan pendekatan pembelajaran agar dapat mempemudah dalam menerapkan kembali kegiatan pembelajaran.
Pada kegiatan ini ada beberapa yang diamati yaitu :
a) Aktivitas guru,
b) Aktivitas siswa
Selama mengikuti proses pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar, mengamati proses siswa selama mengerjakan tugas individu maupun tugas kelompok maupun pada saat mereka mengerjakan test diakhir proses pembelajaran.
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis dan evaluasi pada Kondisi Awal terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, seperti hasil kegiatan, hasil catatan, hasil wawancara, angket dan hasil test selama kegiatan ini dilakukan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan pencapaian tindakan.
Selanjutnya pada pembelajaran siklus III, diperoleh data bahwa sebagian besar siswa menyatakan bahwa pemanfaatan lingkungan alam sekitar. Berdasarkan hasil analisis keaktifan siswa secara keseluruhan pada siklus III sebagai berikut:
-      Siswa yang aktif mencapai 94%
-      Siswa yang tidak aktif hanya 6%
Keaktifan siswa mencapai 94% dengan predikat sangat baik.
            Untuk melihat lebih jelas, ketuntasan hasil belajar pada siklus III dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3. Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa kelas II SDN Seruni 02 pada Siklus III sebagai berikut :
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
 < 65
2
6%
65 – 100
34
94%
Total
36
100%
Sumber : Data yang diolah

Berdasarkan hasil analisis data pada siklus III, dapat dijelaskan bahwa siswa yang mendapat nilai < 65 hanya sebanyak 2 siswa dengan persentase 6%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 34 siswa dengan persentase 94%, dengan demikian maka analisa data dihentikan pada siklus III.
Hal ini ada beberapa alas an sebagai berikut :
a.    Guru sudah terampil dalam melaksanakan pemanfaatan lingkungan alam sekitar sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
b.    Siswa merasakan pemanfaatan lingkungan alam sekitar dapat membuat siswa lebih mudah mempelajari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam  yang awalnya dianggap sulit.
c.    Adanya peningkatan nilai yang signifikan.
          Tabel dibawah ini menjelaskan perbandingan ketuntasan hasil belajar dari siklus I, siklus II, dan siklus III.

Tabel 4. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Kelas II SDN Seruni 02 Pada Siklus I , Siklus II, dan Siklus III
Kriteria
Siklus I
Siklus II
Siklus III
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
19
53%
6
17%
1
3%
65 – 100
17
47%
30
83%
35
97%
Jumlah
36
100%
36
100%
36
100%
Sumber : Data yang diolah
          Grafik dibawah ini menjelaskan perbandingan ketuntasan hasil belajar dari siklus I, siklus II, dan siklus III.

Grafik 1. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas II SDN Seruni Pada Siklus I , Siklus II, dan Siklus III
Sumber: Data yang diolah

Pembahasan
Berdasarkan analisa data hasil di atas maka dapat dijelaskan bahwa proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar  telah menunjukan adanya peningkatan hasil belajar dari masing-masing siklus dalam ketuntasan hasil belajar. Hal ini dapat dijelaskan dari hasil analisis siklus I , diperoleh data yang mendapat nilai < 65 sebanyak 17 siswa dengan persentase 47%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 19 siswa dengan persentase 53%, dengan kondisi ini hasil belajar pada siklus I dinyatakan belum tuntas belajar, karena siswa masih belum mengenal proses pembelajaran pemanfaatan lingkungan alam sekitar.
Selanjutnya hasil analisis data pada siklus II, dapat dijelaskan bahwa siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 5 siswa dengan persentase 14%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 31 siswa dengan persentase 86%, dengan kondisi ini hasil belajar pada siklus II dinyatakan tuntas belajar secara klasikal. Namun untuk mendapatkan ketuntasan belajar yang lebih baik lagi, selanjutnya peneliti memperbaiki proses pembelajaran pada siklus III.
Adapun hasil analisis data pada siklus III, dapat dijelaskan bahwa siswa yang mendapat nilai < 65 hanya sebanyak 2 siswa dengan persentase 6%, dan yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 34 siswa dengan persentase 94%, dengan demikian maka analisa data dihentikan pada siklus III.
Hampir semua siswa menyatakan bahwa pemanfaatan lingkungan alam sekitar  dapat menumbuhkan kegairahan belajar , sehingga prestasi dan hasil  belajar siswa juga meingkat. Hasil dari penelitian ini akhirnya memberikan kejelasan bahwa melalui Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari materi Ilmu Pengetahuan Alam .
Hal ini dapat dipahami, karena pada dasarnya lingkungan mampu menyediakan berbagai kebutuhan siswa untuk belajar. Di samping itu egara kita sangat kaya dengan lingkungan yang mampu menjadikan orang pandai, kreatif da memiliki etika yang tinggi.
Alam bisa memberikan kegembiraan kepada siswa. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus mengarahkan peserta didik kita supaya mampu memanfaatkan alam sebagai sarana untuk meningkatkan minat belajar siswa. Berbagai kegiatan dapat diciptakan oleh guru dan sekolah untuk memanfaatkan alam lingkungan. Dengan memperoleh pengalamn langsung dari alam, rasa ingin tahu dan semngat belajar siswa akan bertambah. Pada siswa Sekolah Dasar misalnya, dari segii usia mereka masih membutuhkan kreativitas fisik dalam proses menuju kemandirianya. Dunia mereka adalah dunia bermain. Melalui bermain anak memperoleh pembelajaran yang mengadung aspek perkambangan kognitif, social, emosi dan perkembangan fisik.

KESIMPULAN DAN SARAN
 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian tindakan kelas dan analisa data yang telah dilaksanakan, maka peneliti simpulkan sebagai berikut : Pemanfaatan  Lingkungan Alam Sekitar Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “ Pertumbuhan Hewan”  Siswa Kelas II SDN Seruni 02 Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

Saran-saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan :
a.     Untuk Guru, hendaknya menyesuaikan antara kondisi siswa, sarana prasarana, dengan model pembelajaran yang akan diterapkan, sehingga mendapatkan hasil yang optimal,
b.     Untuk sekolah, hendaknya mendukung berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas  yang dilaksanakan oleh guru.

DAFTAR RUJUKAN
Depdiknas, 2005. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Puskur
Djamarah, S B. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moedjiono dan Dimyab. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud Din Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Sagala, Syaiful. 2004. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung. Penerbit
                Alfabeta.
Suryadi. 1989, Membuat Siswa Aktif Belajar.  Bandung : Mondar Maju.
Usman, C. 1997. Menjadi Guru ProfesionaL Bandung: Remaja Rosdakarya,
Sutrisno, Joko. 2008. Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa.