Cari Blog Ini

Senin, 08 Februari 2016

PENERAPAN  METODE  PEMBELAJARAN IMAGE STREAMING  UNTUK MENINGKATKAN  HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI POKOK “PANTUN ANAK”  SISWA KELAS IV SDN KEPATIHAN 05

Lisnawati

Abstrak: Pembelajaran Image Streaming menonjolkan  aspek kognitif  dan  dapat  membangun  pemahaman yang benar – benar bermakna. Tujuan penelitian ini adalah:  mengkaji  penerapan metode Image streaming untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Desain penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil pebelitian menunjukkan penerapan metode Image streaming  dapat  meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Kondisi awal ketuntasan hasil belajar masih dibawah standar yakni 54 %, setelah diterapkan  Pembelajaran Image Streaming siklus pertama meningkat menjadi 81% dan siklus kedua menjadi 95%.

Kata Kunci:  Image Streaming, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Bahasa   memungkinkan   manusia   untuk   saling   berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan untuk meningkatkan  kemampuan  intelektual  dan  kesusasteraan  merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah salah satu program yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa peserta didik, serta sikap positif terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia.
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan   baik   dan   benar,   baik   secara   lisan   maupun   tulis,   serta menumbuhkan   apresiasi   terhadap   hasil   karya   kesastraan   manusia Indonesia.
Bahasa Indonesia tidak akan terlepas dari kebudayaan bangsa Indonesia karena bahasa Indonesia dijadikan alat berkomunikasi dengan berbagai suku di tanah air. Bahasa Indonesia memang diajarkan sejak anak-anak, tetapi model pengajaran yang baik dan benar tidak banyak dilakukan oleh seorang pengajar. Metode pengajaran bahasa Indonesia tidak dapat menggunakan satu metode karena bahasa Indonesia sendiri yang bersifat dinamis. Bahasa sendiri bukan sebagai ilmu tetapi sebagai keterampilan sehingga penggunaan metode yang tepat perlu dilakukan.
Goodman menyatakan bahwa : 1)Belajar bahasa lebih mudah  terjadi  jika  bahasa  itu  disajikan  secara  holistik  nyata,  relevan, bermakna, serta fungsional jika bahasa itu disajikan dalam konteks dan dipilih peserta didik untuk digunakan; 2) Belajar bahasa adalah belajar bagaimana mengungkapkan maksud sesuai dengan konteks lingkungan orang tua, kerabat, dan kebudayaan terdapat interdependensi antara perkembangan kognitif dan perkembangan kemampuan bahasa yang meliputi pikiran bergantung kepada bahasa dan bahasa bergantung kepada pikiran (Slamet, 2007).
 Sesuai dengan teori  belajar,  perkembangan  kognitif  serta  perkembangan  bahasa  pada anak kelas awal SD mempunyai karakteristik sebagai berikut:  1)Kemampuan kognitif dan bahasa anak usia tersebut telah memadai untuk belajar dalam situasi yang lebih formal; 2)Anak-anak seusia itu masih memandang sesuatu lebih sebagai keseluruhan; 3)Sesuatu lebih mudah mereka pahami jika diperoleh  melalui  interaksi  sosial   dengan  mengalaminya  secara  nyata dalam situasi yang menyenangkan,
Situasi yang akrab, dilandasi penghargaan, pengertian, dan kasih sayang, serta lingkungan belajar kondusif dan terencana sangat membantu proses belajar yang efektif (Akhadiah,  1994:  8-9). 
Metode Image Streaming adalah suatu bentuk pembelajaran melalui daya imajinasi, bayangan, dan pencitraan hasil buah pikiran yang nantinya dibubuhkan kedalam kertas dalam bentuk tulisan atau kalimat, yang nantinya metode ini dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa, yaitu peningkatan kemampuan untuk menguasai aspek-aspek isi karangan, organisasi, kosakata, bahasa, dan penulisan agar bisa membantu siswa mengembangkan imajinya dengan baik ( Wenger, 2004).
Peneliti yang sekaligus sebagai guru  Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Kepatihan 05 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, mendapatkan temuan bahwa hasil belajar siswa masih tergolong rendah, yaitu  siswa  yang   mencapai ketuntasan belajar hanya 54% dari jumlah seluruh siswa, dan siswa masih kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang dilaksanakan dengan metode ceramah. Oleh karena itu, peneliti ingin mengadakan perbaikan pembelajaran dengan mengadakan penelitian tindakan kelas yang menerapkan metode Image Streaming pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.  
Model Pembelajaran Image Streaming  adalah suatu  metode mengajar   yang   menonjolkan  aspek kognitif  dan  dapat  membangun  pemahaman yang benar – benar bermakna . Dimana  metode ini  membiarkan diri   untuk membayangkan  dan mendiskripsikan bayangan–bayangan tersebut dalam otak atau memvisualisasikan pikiran  dengan bebas kemudian di  eksplorkan keluar dengan jelas hasil bayangan tersebut, kepada pendengar atau alat perekam.
Kelebihan dari Metode Image streaming ini adalah mempertajam seluruh keterampilan berpikir visual. Ia juga mengarahkan visualisasi, untuk lebih rinci, tanpa menyebutkan satu tekniknya akan di uraiakan sebagai berikut :
1). Meningkatkan Kemampuan otak
2). Membantu meningkatkan pembelajaran
3). Memperbaiki / membangun pondasi pemahaman
4). Menciptakan pembelajaran lebih bermakna
5). Melatih siswa untuk berfikir kreatif
Pengaliran bayangan menyebabkan beberapa bagian otak dan pikiran bekerja sama lebih erat , integrasi ini membangun keseimbangan ,memperkuat titik – titik lemah , dan dengan cepat meningkatkan kekuatan intelektual (dan estetik), termasuk subyek subyek akademis yang tak terkait, selain mengembangkan kemampuan belajar seseorang metode image streaming bermanfaat untuk;  1)Meningkatkan pembelajaran secara cepat; 2) Membantu setidaknya hingga tingkat tertentu untuk menemukan solus yang kreatif; 3)Mengembangkan dengan cepat disana luar biasa : kemampuan pengamatan bebas, objektivitas dan karakter pribadi; 4)Menghasilkan ilham yang segera dan selalu dapat terpercaya
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas , maka Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) ini rumusan masalahnya  adalah :  1)Apakah dengan penerapan metode pembelajaran Image streaming dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia?; 2)Bagaimana cara meningkatkan minat siswa supaya tidak merasa bosan  dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia ?
  Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dengan tujuan: 1)mengkaji  bahwa penerapan metode Image streaming untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia; 2) Untuk menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia .
 Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat bermanfaat : 1) Siswa,  dapat meningkatkan hasil belajar  Bahasa Indonesia; 2) Guru, dapat memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran bahasa Indonesia; 3) Sekolah, dapat dijadikan referensi dalam menetukan kebijakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru dan siswa.

METODE PENELITIAN
Daerah penelitian merupakan tempat atau lokasi untuk melakukan penelitian yaitu di SDN Kepatihan 05 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember .

Subyek Penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN Kepatihan 05 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember yang berjumlah 37 siswa .

            Rancangan penelitian yang digunakan adalah model Elliot. Elliot dan Adelman. Bekerja bersama-sama dengan guru di kelas, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi mereka sebagai kolaborator atau teman sejawat guru. Melalui partisipasi semacam ini, mereka membantu guru untuk mengadopsi suatu pendekatan penelitian untuk pekerjaannya.Langkah-langkah tindakan refleksi yang terus bergulir dan kemudian menjadi suatu siklus. Tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: tahap perencanaan (rencana tindakan), tahap implementasi (pelaksanaan tindakan), tahap observasi, tahap evaluasi  dan refleksi yang diikuti dengan perencanaan ulang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 teknik, yaitu teknik observasi dan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan ada yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dikatagorikan dan diklasifikasikan berdasarkan analisis kaitan logisnya, kemudian disajikan secara aktual dan sistematis dalam keseluruhan permasalahan dan kegiatan penelitian.
Selanjutnya untuk menganalisis data, hasil tindakan yang dilakukan penulis disajikan secara bertahap sesuai urutan siklus yang telah dilaksanakan, adapun prosedur pengolahan data adalah sebagai berikut
a)     Seleksi Data
Data yang telah terkumpul dari hasil observasi selama kegiatan penelitian maka diadakan penyeleksian data yang ada kaitannya dengan tujuan penelitian.
b.  Klasifikasi Data
Data yang terkumpul berdasarkan penyeleksian, diklasifikasikan berdasarkan urutan logis untuk disajikan secara sistematis berdasarkan urutan siklus.
c.  Prosentase Data
Tahap akhir dari teknik analisis data, dilakukan prosentase data bagi data yang telah terkumpul beradasarkan klasifikasi.

Indikator Keberhasilan
Dari tahap kegiatan pada siklus I dan II, hasil yang diharapkan adalah: 1) Siswa memiliki kemampuan dan kreativitas serta selalu aktif terlibat dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia sebanyak ≥ 80 %; 2) Terjadi  peningkatan  prestasi  siswa     pada    mata     pelajaran Bahasa Indonesia    ≥ 70 %; 3)Hasil belajar mencapai ketuntasan yakni skor minimal 65% dan secara klasikal  > 85 %, maksimal 100%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
            Sebagai titik tolak perlu tidaknya diadakan penelitian tindakan kelas, adalah karena masih rendahnya hasil belajar siswa dalam suatu mata pelajaran. Dalam hal ini adalah hasil belajar bahasa Indonesia materi pokok “ Pantun Anak” siswa kelas IV SDN Kepatihan 05 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember semester genap tahun ajaran 2011/2012. Hasil analisis data melalui tes yang dilaksanakan pada pembelajaran sebelum penerapan metode Image streaming ( kondisi awal ), diperoleh data yang mendapat nilai < 65 sebanyak 17 siswa atau sebanyak 46%, dan siswa yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 20 siswa atau sebanyak 54%. Maka pada kondisi awal, hasil belajar siswa dikatakan belum tuntas. Sehingga perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas, dalam hal ini dengan menerapkan metode pembelajaran Image streaming  yang dilaksanakan dalam dua siklus.

A.     Pelaksanaan  Pembelajaran pada siklus I
a)     Perencanaan
Dalam tahap perencanaan, peneliti telah menyiapkan sarana yang akan digunakan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, diantaranya RPP,  format observasi, alat –alat peraga yang diperlukan, LKS, dll.
b)     Pada tahap tindakan, peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya peneliti menerapkan metode Image Streaming. Untuk mengukur tingkat keberhasilan metode ini, peneliti melaksanakan evaluasi melalui tes, yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Kepatihan Pada Siklus I.

Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
7
19%
65 – 100
30
81%
Jumlah
37
100%
Sumber : Data yang diolah
           
c) Pengamatan
Pada tahap ini peneliti mengamati reaksi beberapa siswa selama pembelajaran berlangsung. Pada pembelajaran siklus I, tampak masih ada beberapa siswa yang bingung, dengan metode pembelajaran image streaming, terutama saat di ajak untuk membayangkan  dan mendiskripsikan bayangan–bayangan tersebut dalam otak, atau memvisualisasikan pikiran .
d)Refleksi
Berdasarkan analisis data pada nilai tes pembelajaran siklus I, diperoleh data , siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 7 siswa atau sebanyak 19%, dan siswa yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 30 siswa atau sebanyak 81%. Sehingga hasil belajar pada siklus I dinyatakan tuntas belajar. Namun secara klasikal belum tuntas belajar karena siswa yang tuntas belajar belum mencapai > 85 % dari seluruh jumlah siswa. Kesimpulan sementara dari hasil tindakan yang telah dilaksanakan menunjukkan peningkatan ketuntasan hasil belajar , namun masih belum mencapai tingkatan yang sesuai dengan indikator kebehasilan, untuk itu perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

B.     Pelaksanaan Pembelajaran pada siklus II
Perencanaan, Dalam tahap perencanaan, peneliti telah menyiapkan sarana yang akan digunakan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, diantaranya RPP,  format observasi, alat –alat peraga yang diperlukan, LKS, dll.
Pada tahap tindakan, pelaksanaan siklus II hanya pengulangan  dan perbaikan apa yang sudah dilaksanakan pada siklus I. Peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya peneliti menerapkan metode Image Streaming. Untuk mengukur tingkat keberhasilan metode ini, peneliti melaksanakan evaluasi melalui tes, yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Kepatihan 05 Pada Siklus II.
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
2
5%
65 – 100
35
95%
Jumlah
37
100%
Sumber : Data yang diolah
           
Pengamatan
Pada tahap ini peneliti memberi perhatian lebih kepada siswa yang pada siklus I, masih belum mencapai ketuntasan. Pembelajaran siklus II, siswa sudah mulai terbiasa dan tampak menyenangi metode pembelajaran image streaming yang diterapkan. Hal ini terbukti siswa menjadi aktif mengikuti pembelajaran dan lebih mudah memhami materi yang diajarkan.
Refleksi
Berdasarkan analisis data pada nilai tes pembelajaran siklus II, diperoleh data , siswa yang mendapat nilai < 65 hanya sebanyak 2 siswa atau sebanyak 5%, dan siswa yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 35 siswa atau sebanyak 95%. Sehingga hasil belajar pada siklus I dinyatakan tuntas belajar secara klasikal. Sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Dengan demikian disimpulkan bahwa metode Image streaming dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya, materi pokok “Pantun Anak”.
Ketuntasan Hasil Belajar pada Kondisi awal, siklus I, dan siklus II, lebih jelas dapat dilihat pada tabel dan grfik perbandingan dibawah ini.

Tabel  Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Kepatihan 05 Pada Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II.
Kriteria Nilai
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
17
46%
7
19%
2
5%
65 – 100
20
54%
30
81%
35
95%
Jumlah
37
100%
37
100%
37
100%
 Sumber : Data yang diolah

Grafik  Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Kepatihan 05 Pada Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II.
Sumber : data yang diolah

Pembahasan
Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
Guru dalam proses belajar mengajar harus mempunyai kemampuan untuk mengelola kelas dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik agar peserta didik dapat termotivasi untuk belajar lebih giat.  Disamping  itu, hal  yang perlu diperhatikan guru
adalah penggunaan media yang sesuai dan tepat untuk setiap materi pelajaran yang diberikan, karena penggunaan media yang tepat dapat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efisien dan efektif.
Keberhasilan pendidikan salah satunya ditunjukkan dengan semakin meningkatnya hasil belajar anak didik. Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa antara lain adalah media yang digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian, salah satu tantangan yang dihadapi oleh guru adalah menentukan media pembelajaran yang digunakan dalam mengajar agar siswa dapat belajar lebih giat sehingga memperoleh hasil belajar yang tinggi.

KESIMPULAN DAN SARAN

 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian tindakan kelas (PTK) dan hasil analisis data yang telah dilaksanakan maka peneliti simpulkan sebagai berikut : Penerapan Metode Pembelajaran Image Streaming Dapat Meningkatkan Kemampuan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Pokok “Pantun Anak”  Siswa Kelas IV SDN Kepatihan 05 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember

Saran-saran
Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas ini, saran-saran yang peneliti sampaikan adalah :
a)    Untuk Guru, agar lebih berani dalam memberi alternatif  model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa,
b)    Untuk sekolah,  agar mendukung  dengan menyiapkan  sarana/prasarana yang dibutuhkan dalam rangka penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan oleh guru supaya mendapatkan hasil penelitian yang optimal.

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Berg, Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi bahasa Indonesia dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Hamalik, Omar, 1993. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Mandar Maju
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi; Konsep, Karakteristik, dan Implementasi, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2004,
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.
Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya; Unesa Universitas Press.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Akhadiah, Sabarti. 1994. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pramata, 1988
Slamet, ST,Y. 2007.  Dasar-Dasar Pembelajaran Bahasa dan sastra Inodesia di Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press
Wenger, Win. 2004.  Beyond Taeching and Learning . Memadukan Quantum Teaching and Learning (Terjemahan). Bandung : Nuansa.