Cari Blog Ini

Senin, 08 Februari 2016

PENGGUNAAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA ISLAM MATERI POKOK PRATEK SALAT

Slamet Musthofa

Abstrak: Tutor Sebaya merupakan salah satu metode pembelajaran untuk membantu  sesama teman.Ini merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif. Rasa saling men.ghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama.  Hasil penelitian  menunjukkan: Dalam pelaksanakan pembelajaran praktek salat dengan menggunakan metode tutor sebaya, peserta didik lebih antusias dan termotivasisehingga seluruh siswa dapat mempraktekkan solat dengan benar atau tuntas 100%.
 
       Kata Kunci:  Tutor Sebaya, Prestasi Belajar


PENDAHULUAN
Salat adalah ibadah kepada Alloh yang tersusun dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang diatur, dimulai dengan takbiratul ihrom dan di akhiri dengan salam. Salat termasuk rukun islam yang ke dua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ibadah salat merupakan amalan yang pertama kali dihisap dan dimintai pertanggung jawaban besok di hari kiamat. Jika salatnya baik, maka amal yang lain akan menjadi baik. Dan jika salatnya rusak, maka amal yang lainnya juga akan rusak.
Salat artinya berdoa. Salat dikerjakan dengan berdiri bagi yang mampu. Apabila tidak mampu berdiri dapat dikerjakan dengan duduk, dan apabila tidak mampu dengan duduk, dapat dikerjakan dengan berbaring atau tiduran. Dalam sehari semalam, orang islam wajib melaksanakan salat lima waktu, yaitu subuh, dhuhur, asyar, magrib dan isyak. Salat lima waktu tersebut dinamakan salat fardu atau salat wajib. Salat fardu jika dikerjakan mendapat pahala, apabila ditinggalkan akan mendapat dosa (Asy’ari, dkk, 2007).
Orang yang salat, berarti melakukan ibadah atau menyembah Alloh. Salat adalah tiang agama. Kalau kita mengerjakan salat, berarti kita menegakkan agama.Dalam pelajaran agama islam, praktek salat diajarkan  mulai kelas II. Pada usia ini, tentunya guru harus telaten dan lebih sabar dalam mengajari peserta didiknya. Namun mengajak salat pada peserta didik yang masih duduk di kelas II sekolah dasar, bukanlah pekerjaan yang muda. Karena pada umumnya anak se usia itu masih senang bermain. Oleh sebab itu, pandai – pandailah guru agama dalam memberikan pelajaran praktek salat, agar materi tersebut lancar dalam pelaksanaannya.
  Permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar selalu muncul bersamaan dengan berkembangnya dan meningkatnya perkembangan jaman dan kemajuan tehnologi, demikian pula permasalahan gaya mengajar, setiap guru pasti tidak akan sama.Konsekuensi dari semua upaya tersebut, guru merupakan kunci dan sekaligus ujung tombak untuk pencapaian misi pembaharuan pendidikan. Oleh karenanya secara tidak langsung guru dituntut untuk lebih profesional, inovatif, perspektif dan proaktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran.
Untuk mengatasi hambatan dan permasalahan guru-guru tersebut diperlukannya adanya usaha-usaha peningkatan profesional misalnya guru mengajar diharapkan dapat menyampaikannya dengan menggunakan media atau metode yang cocok.
Banyak variasi mengajar yang dapat dikembangkan guru dalam proses belajar mengajar yang dikembangkan melalui metode mengajar, agar pembelajaran  menjadi aktif, kreatif sehingga pembelajaran tidak membosankan, seperti penggunaan tutor sebaya pada praktek salat ini. Penggunaan metode tutor sebaya dalam praktek salat selain membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran, akan tetapi juga mempercepat siswa dalam mengerjakan dengan benar.
Pada dasarnya murid kelas II kemampuan mempraktekkan salat masih kurang memahami. Oleh sebab itu penggunaan tutor sebaya dalam praktek salat akan sangat  membantu.Tutor Sebaya adalah Metode  pembelajaran yang  dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap yang tinggi, siswa tersebut mengajarkan materi/latihan kepada teman-temannya yang belum faham. Metode ini banyak sekali manfaatnya baik dari sisi siswa yang berperan sebagai tutor maupun bagi siswa yang diajarkan. Peran guru adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode ini dengan memberi pengarahan dan lain-lain Tutor Sebaya dikenal dengan pembelajaran teman Sebaya atau antar peserta didik, hal ini bisa terjadi ketika peserta didik yang lebih mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri dan kemudian membantu peserta didik lain yang kurang mampu. Alternatifnya, waktu khusus tiap harinya harus dialokasikan agar peserta didik saling membantu dalam belajar baik satu-satu atau dalam kelompok kecil. Tutor Sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama. Tutor Sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajar dengan “Tutor Sebaya”, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna. Penjelasan Tutor Sebaya kepada temannya lebih memungkinkan berhasil dibandingkan guru. Peserta didik melihat masalah dengan cara yang berbeda dibandingkan orang dewasa dan mereka menggunakan bahasa yang lebih akrab. Dalam penggunaan metode pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti halnya tutor sebaya. Uraian di atas adalah beberapa kelebihan dari metode tutor (Mulyono, 2009).
.           Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah hampir sebagian besar anak didik kita kurang paham tentang praktek salat yang benar.
 Oleh sebab itu, peneliti mencoba dengan metode tutor sebaya dalam penyampaian proses belajar mengajar, agar murid  lebih mudah dalam memahaminya dan mengetrapkannya.
  Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “ Apakah dengan metode tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Islam materi pokok praktek salat  pada  kelas II SDN Mrawan 02  ?
Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian adalah menghasilkan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi belajar Agama Islam
Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Agama Islam materi pokok praktek salat  siswa Kelas II SDN Mrawan 02 .
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :   1) Bagi Siswa,Menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan serta memiliki rasa percaya diri kepada siswa.  2). Bagi Guru , Hasil penelitian ini dapat dijadikan refleksi bagi guru dalam proses belajar mengajar yang lain. Selain itu, guru akan termotivasi untuk selalu menciptakan media atau metode yang menarik dan menyenangkan; 3) Bagi Kepala Sekolah : Kepala Sekolah akan terbantu dengan kreatifitas guru dalam mengajar. Karena apabila guru pada Sekolah tersebut kreatif dan inovatif, maka rasa kepercayaan masyarakat akan lebih bertambah..

METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian

 
 Menurut karakteristiknya, penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan, yakni penelitian yang bertujuan meningkatkan prestasi belajar Agama Islam melalui metode tutor sebaya.
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan cara kolaborasi yaitu penelitian yang akan melibatkan orang lain di samping peneliti yaitu sebagai praktikan maupun observer. Penelitian ini menggunakan alur tahapan (perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi disajikan dalam dua siklus) setelah terlebih dahulu diperoleh permasalahan utama tentang bagaimana meningkatkan prestasi belajar Agama Islam pada siswa kelas IV SDN Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Penelitian ini direncanakan dilakukan 2 (dua) .Dengan demikian rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan melalui kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan, meliputi :
Refleksi Awal : Penelitian dilakukan bersama praktisi, yaitu guru kelas IV SDN Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember yang dijadikan subyek penelitian guna mengidentifikasi permasalahan  prestasi belajar Agama Islam yang dialami siswa.
             Peneliti dan Praktisi Merumuskan permasalahan secara operasional:
a.    Menetapkan indikator-indikator desain variasi pembelajaran kartu biro beserta strateginya.
b.    Menyusun rancangan strategi penyampaiandan pengelolaan strategi pembelajaran yang merupakan bahan intervensi (rancangan program, bahan, strategi belajar mengajar dan evaluasi)
c.    Menyusun metode dan alat perekam data berupa tes, catatan lapangan, pedoman wawancara, pedoman analisis dokumen, dan catatan harian.
d.    Menyusun rencana pengelolaan data, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Peneliti dan Praktisi merumuskan hipotesis tindakan.
Oleh karena itu penelitian tindakan lebih menitikberatkan pada pendekatan naturalistik, sehingga hipotesis tindakan yang dirumuskan bersifat tentatif yang mungkin mengalami perubahan sesuai dengan keadaan lapangan.

Menetapkan dan Merumuskan rancangan yang didalamnya meliputi:
1) Menetapkan indikator-indikator desain peningkatan prestasi beserta strateginya.
2)Menyusun rancangan strategi penyampaian dan pengelolaan peningkatan prestasi yang merupakan bahan intervensi (rancangan program, strategi belajar mengajar dan evaluasi).
3)Menyusun metode dan alat perekam data berupa angket catatan, pedoman wawancara, pedoman analisis dokumen dan catatan harian.
4)Menyusun rencana pengelolaan data, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Kegiatan dalam pelaksanaan yang dilakukan dapat dikemukakan sebagai berikut :
1)    Guru melaksanakan desain pembelajaran yang telah direncanakan. Ada dua jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh guru, yaitu menerapkan strategi penyampaian dan pengelolaan pembelajaran. Peneliti berupaya memberikan pengarahan, motivasi dan rangsangan kepada guru yang melakukan tindakan.
2)    Peneliti dan praktisi melakukan pengamatan secara sistematis terhadap kegiatan yang dilakukan guru. Kegiatan pengamatan dilakukan  komprehensif dengan memanfaatkan alat perekam, pedoman pengamatan, serta catatan lapangan.

 Refleksi
Refleksi dilakukan melalui analisis dan sintesis, serta induksi dan deduksi. Peneliti dan praktisi mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kegiatan yang dilakukan meliputi analisis, sintesis, pemaknaan, penjelasan dan penyampaian data dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Hasil yang diperoleh berupa temuan tingkat efektifitas desain peningkatan motivasional yang dirancang dan daftar permasalahan yang mucul di lapangan yang selanjutnya dipakai sebagai dasar untuk melakukan perancangan ulang.

Subyek Penelitian
Dalam menentukan subyek penelitian menurut dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang dimaksud  adalah untuk mengefektifitaskan penelitian, peneliti menjadikan siswa kelas IV SDN Mrawan 02 Kecamatan  Mayang Kabupaten Jember sebagai responden

 Pengumpulan Data
 Sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya maka pelu teknik pengumpulan data dokumentasi, observasi dan interview dan tes akhir.

Teknik Analisa Data
Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif, baik yang bersifat linier (mengalir) maupun yang bersifat sirkuler. Secara garis besar kegiatan data dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
Penelahaan data dilakukan dengan cara menganalisis, mensinte-sis, memaknai menerangkan dan menyimpulkan. Kegiatan penelaah pada prinsipnya dilaksanakan sejak awal data dikumpulkan. Hasil yang diperoleh berupa pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan yang berlaku dalam pelaksanaan pembelajaran motivasi. Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan verivikasi atau pengujian temuan penelitian. (Syaiful Rachman dkk, 2006).


HASIL PENELITIAN
Hasil Penelitian
Menurut hasil pengamatan peneliti, dengan penggunaan tutor sebaya dalam pembelajaran praktek salat, kemampuan peserta didik lebih paham daripada mereka melakukan sendiri – sendiri. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik yang semula praktek salatnya belum bisa, dengan penggunaan tutor sebaya menjadi dapat melakukannya.   Dalam proses pembelajarannyapun, peneliti merasa terbantu. Karena dengan penggunaan tutor sebaya pemahaman praktek salat lebih efektif dan efisien.
          Gambaran kondisi awal atau kondisi pra tindakan   dalam pembelajaran diawali dengan menyusun skenario pembelajaran melalui Rencana Pembelajaran  (RPP ) yang di sesuaikan dengan program dan silabus yang ada. Dalam RPP kegiatannya tercantum sebagai berikut : a. Pertemuan dilaksanakan 2 x 35 menit. b. Siklus I, peserta didik diajak melakukan praktek salat dengan cara   bersama – sama sampai jam berakhir. c. Pada siklus I, peneliti  menggunakan  metoda  ceraMurid diberi tugas untuk mempraktekan praktek salat dengan sempurna  dan runtut.
                       Hasil observasi pada  kondis awalk atau pra siklus murid dalam mempraktekan praktek salat masih belum sempurna. Mereka melakukan tugas guru  sebisanya. Mereka melakukan praktek salat hanya mengikuti gerakan peneliti. Setelah praktek dilakukan bersama – sama, dan siswa disuruh melakukan sendiri masih kurang paham dan tidak bisa. Dari 30 siswa, hanya 30 % yang bisa dikatakan memahami bagaimana praktek salat yang benar.
Refleksi: Hasil pengamatan peneliti dalam  praktek salat  ini, masih banyak peserta didik yang kurang bisa mempraktekkan salat dengan benar. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan peneliti, dari 30 siswa hanya 10 siswa saja yang paham betul bagaimana cara salat dengan urutan dan bacaan yang benar. Oleh sebab itu, peneliti harus melakukan  perbaikani pada siklus berikutnya.

                                                                        
Siklus I
Perencanaan
             Pada siklus I ini, peneliti menyusun skenario pembelajaran melalui
             Rencana Pembelajaran  ( RPP ) yang di sesuaikan dengan program dan
             silabus yang ada. Dalam RPP kegiatannya tercantum sebagai berikut :
          a. Pertemuan dilaksanakan 2 x 35 menit,
          b. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok.
          c. Setiap kelompok terdiri 6 siswa.

 Pelaksanaan.
          a. Pada siklus II ini, pembelajaran praktek salat dilakukan dengan menggunakan tutor sebaya, dimana siswa terlebih dahulu dibagi menjadi 5 kelompok dan masing – masing kelompok terdiri dari 6 siswa.
          b.  Pada setiap kelompok, akan dipandu oleh 2 orang teman yang sudah
               paham betul bagaimana melaksanakan salat yang benar, runtut dan
               tertib.
          b. Setelah itu, siswa yang sudah dipandu oleh temannya tersebut diuji
              kemampuan praktek salatnya.
        
Observasi.
              Hasil observasi pada siklus II ini, setelah proses pembelajaran praktek salat dilaksanakan dengan menggunakan metode tutor sebaya, siswa yang kurang paham lebih termotivasi dalam mempelajari praktek salat yang benar.
Begitu juga dengan siswa yang ditunjuk oleh peneliti menjadi tutor sebaya, mereka bangga dan antusias dalam membantu temannya yang kurang paham.
Sehingga hasil dari penggunaan tutor sebaya ini, siswa yang sebelumnya kurang paham cara mempraktekkan salat menjadi bisa. Hasil pemahaman siswa setelah di rekapitulasi  seluruh siswa dapat mempraktekkan melakukan shalat dengan benar.

 Pembahasan
              Praktek salat kelihatannya mudah, akan tetapi setelah dijalankan, kita akan menemui banyak kesalahan apabila selama dalam salat kita tidak tumakninah atau kurang konsentrasi. 
              Begitu juga dengan peserta didik se usia SD, yang pada dasarnya mereka masih suka bermain dalam menjalankan apapun termasuk dalam menjalankan salat. Mereka kebanyakan kurang tertib, masih toleh kanan, toleh kiri, masih bisa bergarau atau mencolek teman dan sebagainya.
               Pada penelitian kali ini dimana peneliti menggunakan metode tutor sebaya dalam pembelajaran praktek salat, hasil kemampuan siswa dalam mempraktekkan salat lebih meningkat dibanding pada siklus I dimana peneliti tidak menggunakan metode apapun.
                Siswa lebih serius dan termotivasi untuk mempelajarinya dengan benar, dan tutor sebayanyapun lebih bangga karena mereka merasa lebih bisa dapat membantu temannya yang kurang bisa.


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dalam pelaksanakan pembelajaran praktek salat dengan menggunakan metode tutor sebaya, peserta didik lebih antusias dan termotivasi. Hal ini mungkin dikarenakan mereka dalam mempraktekkan salatnya ada yang mandu dan membantu membetulkan bacaan dan gerakan salatnya, sehingga seluruh siswa dapat mempraktekkan solat dengan benar.
Penggunaan metode tutor sebaya, membantu meringankan beban tugas peneliti dan penyampaian materi lebih efektif dan efisien.


Saran-Saran
Diharapkan semua guru dapat  menerapkan metode tutor sebaya sehingga siswa dapat mempraktekkan sholat dengan benar.  Selama proses pembelajaran mendorong siswa yang sudah menguasai materi dapat membimming dan mengarahkan temannya yang belum dapat mempraktekkan sholat tersebut.

  
DAFTAR  RUJUKAN
Daryanto . 2009, Panduan Proses Pembelajaran Kreatif & Inovatif,
                 Jakarta : AV Publisher.
Syaiful Rachman dkk, 2006, Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya
                 Ilmiah, Surabaya, SIC
EM Zul Fajr dan Ratu Aprilia Senja, 2007, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,  Jakarta, Difa Publisher.

Mulyono . 2009. Penggunaan Metode Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Dan Kreatifitas Siswa Dalam Belajar Microsoft Excel  Semarang: UNNES
Sudirman, 2007.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.

Asy’ari, dkk, 2007, Pendidikan Agama Islam, Semarang, Aneka Ilmu.