Cari Blog Ini

Selasa, 09 Mei 2017

PENGGUNAAN METODE DRILL AND PRACTICE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN MATERI AJAR “BOLA VOLI”



PENGGUNAAN METODE DRILL AND PRACTICE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN MATERI AJAR “BOLA VOLI”

 Revi Cahyo Endrawati

Abstrak: Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah mengkaji tentang: Penggunaan Metode Drill and Practice Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada proses pembelajaran Pendidikan, Kesehatan, Dan Olah Raga. Sedangkan upaya untuk meningkatkan Aktivitas dan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan Metode Drill and Practice pada materi ajar “Bola Voli”. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan berupa proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap yaitu : merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan merekflesi. Hasil penelitian:  Penggunaan Metode Drill and Practice Dapat Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember.

 Kata Kunci:  Metode Drill , Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.
Pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat danaktifsepanjanghayat.
Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan/olahraga, internalisasi nilai-nilai sportifitas dan lain-lain dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia.
Namun kenyataan di lapangan dalam masa transisi perubahan kurikulum dari kurikulum 1994, kurikulum 2004, dilanjutkan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2009, dituntaskan menjadi tahun 2012  yang semula pendidikan jasmani dan kesehatan dengan alokasi waktu 2 jam per minggu @ 45 menit, sekarang Pendidikan Jasmani dengan alokasi waktu 3 jam per minggu @ 45 menit, masih banyak kendala dalam menerapkan kurikulum tersebut. Hal ini disebabkan karena belum adanya sosialisasi secara menyeluruh di jajaran pendidikan sehingga masih banyak perbedaan penafsiran tentang pendidikan jasmani utamanya dalam pembagian waktu jam pelajaran.
Pengamatan peneliti terhadap pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan materi ajar ”bola voli” di sekolah, menunjukkan bahwa banyak ditemukan masalah, kurangnya penguasaan ketampilan teknik, maka perlu diajarkan secara mendalam tentang teknik dasar olahraga bola voli, maka perlu ditearapkan metode drill. Metode drill adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali secara kontinyu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. Dari segi pelaksanaannya siswa teriebih dahulu telah dibekali dengan pengetahuan secara teori.Kemudian dengan tetap dibimbing oleh guru, siswa diminta mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil.
Pada Penelitian Tindakan kelas ini, peneliti menerapkan Metode Drill and Practice untuk meningkatkan aktiviatas dan hasil belajar permainan bola voli. Sebagai subyek dan sekaligus menjadi obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember, karena siswa di kelas kemampuan bermain voli masih rendah.
Berdasarkan masalah penelitian tindakan kelas maka rumusan ini, peneliti sampaikan sebagai berikut : Penggunaan Metode Drill and Practice Apakah Dapat Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember ?
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah mengkaji tentang: Penggunaan Metode Drill and Practice Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember.
Hasil dari penelitian tindakan yang dilaksankan diharapkan dapat bermanfaat bagi :
a)    Siswa,  dapat memahami teknik bermain voli dengan lebih mudah,
b)    Bagi Guru,  Sebagai bahan masukan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olah raga Dan kesehatan khususnya materi ajar ”Bola Voli” dan materi ajar lainnya,
c)    Bagi lembaga,  sebagai bahan perbandingan antara ilmu yang didapat dari lembaga dengan yang didapat dari lapangan.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember. Subyek  dalam penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa Kelas XII-IPA 2  SMA Negeri 4 Jember sebanyak 36 siswa, dan penerapan Metode Drill and Practice dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan materi ajar “Bola Voli” .

Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada proses pembelajaran Pendidikan, Kesehatan, Dan Olah Raga. Sedangkan upaya untuk meningkatkan Aktivitas dan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan Metode Drill and Practice pada materi ajar “Bola Voli”.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan berupa proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap yaitu : merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan merekflesi. Menurut tim pelatih proyek PGSM (1999:7), keempat Fase dalam satu siklus sebuah PTK digambarkan dengan sebuah spiral PTK, seperti ditunjukkan pada gambar berikut :

Setiap tahap dari kegiatan yang dilakukan dalam PTK akan terus berulang, sampai aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. Pada penelitian ini, peneliti hanya membatasi pelaksanaan penelitian dengan dua siklus karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki peneliti diantaranya : biaya, waktu dan tenaga.
Apabila sampai dua siklus hasil Penelitian masih menunjukkan motivasi belajar siswa rendah, maka penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh peneliti sendiri bila ada kesempatan atau dilanjutkan oleh peneliti lain.
Sesuai dengan gambar di atas penelitian tindakan kelas model Hopkins, terdiri dari 4 fase, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Empat Fase tersebut adalah sebagai berikut :
1)   Perencanaan
Kegiatan yang akan ditakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut :
a.   Menetapkan dan memilih materi ajar  yaitu “Bola Voli” yang dijadikan bahan dalam pelaksanaan penelitian.
b.   Membuat skenario pembelajaran yang terdiri dari program perencanaan pembelajaran Materi ajar “Bola Voli”.
c.   Membuat alat bantu mengajar berupa metode pengajaran yaitu Metode Drill and Practice, dan semua sarana prasarana yang dibutuhkan, mis . perlengkapan olah raga bola voli
d.   Membuat lembar observasi yang digunakan peneliti untuk menilai sikap siswa pada saat peneliti mengaplikasikan Metode Drill and Practice
e.   Penyusunan program satuan pengajaran dan rencana pembelajaran dengan kompetensi dasar yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku.
2) Tindakan
Pada tahap ini, kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan tindakan pengajaran berdasarkan pada perencanaan yang telah dibuat. Tindakan tersebut difokuskan pada respon siswa terhadap materi yang disampaikan guru dengan menggunakan Metode Drill and Practice seperti yang sudah dibahas pada bab II. Pada tahap ini peneliti melakukan dua tindakan yaitu : Tindakan siklus I dan siklus II :
Metode yang digunakan selama kegiatan belajar mengajar adalah Metode Drill and Practice. Selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, peneliti memantau langsung kegiatan belajar siswa mulai dari awal sampai akhir latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali secara kontinyu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. Dari segi pelaksanaannya siswa teriebih dahulu telah dibekali dengan pengetahuan secara teori. Kemudian dengan tetap dibimbing oleh guru, siswa diminta mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil.. Sebelum jam pelajaran selesai, peneliti memberikan tugas yang berupa soal-soal untuk dikumpulkan pada saat jam pelajaran berakhir.
3)    Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung yaitu dengan menilai motivasi belajar siswa. Adapun hal-hal yang di observasi adalah :
- Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.
- Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas belajarnya.
- Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya.
- Reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru.
- Rasa senang dalam mengerjakan  tugas yang diberikan.
4)    Refleksi
Tahap Refleksi dilakukan untuk mengkaji kembali hasil tindakan  dan basil observasi, yang kemudian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan yang akan dilakukan kemudian. Dengan melakukan refleksi peneliti mengetahui kekurangan-kekurangan apa yang perlu diadakan  tindakan perbaikan.

Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam setiap penelitian dapat digunakan untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang akurat dan relevan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian ini metode yang digunakan meliputi tes observasi, dukumentasi dan wawancara.

Metode Analisa Data
Metode Analisis merupakan langkah yang sangat menentukan dalam suatu penelitian. Walaupun langkah-langkah penelitian terlaksana dengan baik tetapi jika analisa datanya tidak relevan, maka kesimpulan yang diperoleh bisa salah dan tidak relevan.
Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat eksploratif atau developmental. Dua kelompok data yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka dan data kuantitatif yang dinyatakan dengan kata-kata atau simbol. Analisis deskriptif menggambarkan bahwa dengan tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan dan perubahan ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Metode Drill and Practice (latihan dan praktek) dalam meningkatkan aktiviatas dan hasil belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran serta keberhasilan sebuah mata pelajaran, keberhasilan penguasaan materi pelajaran akan sangat ditentukan oleh seberapa baik seorang guru menerapkan metode mengajarnya di kelas maupun di luar kelas.
Pada saat menggunakan Metode Drill and Practice siswa kelihatan sangat antusias, berbeda jauh dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional atau kondisi sebelumnya. Siswa semangat dan belajar dengan senang tanpa ada unsur keterpaksaan selain itu materi yang disampaikan lebih mudah diingat dan sangat menarik karena siswa langsung diajak untuk latihan dan langsung dipraktekkan sehingga dapat menghilangkan kebosanan dalam belajar.
Pada pertemuan pertama dan ke dua pembelajaran menerapkan pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Hasil dari test dari dua kali pertemuan ini, dijadikan sebagai dasar pijakan awal untuk mengetahui perkembangan proses belajar mengajar mata pelajaran pendidikan olah raga dan kesehatan. Hasil belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan pembelajaran sebelum penerapan Metode Drill and Practice dikatakan belum tuntas belajar karena yang mendapat nilai < 65 sebanyak 16 Siswa atau sebesar 44% dan siswa yang mendapat nilai 65 - 100 hanya sebanyak 20 Siswa atau sebesar 56%.
            Selanjutnya untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam mencapai ketuntasan di lakukan analisis berikutnya yaitu pada siklus I dengan Metode Drill and Practice maka yang mendapat nilai < 65 sebanyak 6 Siswa atau sebesar 17% dan Siswa yang mendapat nilai 65 - 100 hanya sebanyak 30 Siswa atau sebesar 83%.
            Untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan,  peneliti  perlu melakukan analisis pada siklus II dengan Metode Drill and Practice, dengan hasil,  yang mendapat nilai < 65 sebanyak 2 Siswa atau sebesar 6% dan Siswa yang mendapat nilai 65 - 100 hanya sebanyak 34 Siswa atau sebesar 94%, maka pada siklus II di nyatakan tuntas belajar secara klasikal.  Dengan demikian ketuntasan hasil belajar dapat di capai pada siklus I dan siklus II melalui Metode Drill and Practice. Pada Siklus II sudah mendapatkan ketuntasan belajar secara klasikal, maka analisis data tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.
 Selanjutnya untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dan garafik perbandindan ketuntasan hasil belajar dibawah ini.

Tabel 1. Perbandingan Ketuntasan  Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember  Pada Kondisi awal, Siklus I, Siklus II
Kriteria Nilai
Sebelum Tindakan
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
16
44%
6
17%
2
6%
65 - 100
20
56%
30
83%
34
94%
Jumlah
36
100%
36
100%
36
100%
Sumber : Data yang Diolah


            Peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada penelotian tindakan kelas ini, secara jelas dapat digambarkan pada grafik berikut :

Grafik. Perbandingan Ketuntasan  Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember  Pada Kondisi awal, Siklus I, Siklus II Sebagai Berikut :
Sumber : data yang diolah

 Pembahasan
Rendahnya nilai rata-rata kelas juga menjadi salah satu syarat pelaksanaan penelitian tindakan kelas, hal ini juga mendasari pemilihan responder penelitian. Kondisi semacam ini juga terjadi pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan. Berdasarkan rata-rata kelas pada kondisi awal mata pelajaran  Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan masih belum tuntas belajar sehingga perlu diadakan tindakan untuk perbaikan proses belajar mengajar.
Salah satu yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar adalah proses pembelajaran yang digunakan cenderung bersifat konvensional dimana pengajar lebih merupakan subyek dalam pembelajaran sedangkan siswa hanya sebagai obyek penerima materi. Sehingga siswa kurang aktif dan kurang produktif karena cenderung bersifat pasif. Di samping itu juga karena kurangnya minat untuk belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan. Apa lagi sejak awal sudah berpandangan Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan itu tidak terlalu penting.
Hasil belajar Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan pembelajaran sebelum Pembelajaran Metode Drill and Practice dikatakan belum tuntas belajar karena yang mendapat nilai < 65 sebanyak 16 Siswa atau sebesar 44% dan Siswa yang mendapat nilai 65 - 100 hanya sebanyak 20 Siswa atau sebesar 56%.
            Selanjutnya untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam mencapai ketuntasan di lakukan analisis berikutnya yaitu pada siklus I dengan Metode Drill and Practice maka yang mendapat nilai < 65 sebanyak 6 Siswa atau sebesar 17% dan Siswa yang mendapat nilai 65 - 100 hanya sebanyak 30 Siswa atau sebesar 83%.
Pada siklus II dengan Metode Drill and Practice, dengan hasil,  yang mendapat nilai < 65 sebanyak 2 Siswa atau sebesar 6% dan Siswa yang mendapat nilai 65 - 100 hanya sebanyak 34 Siswa atau sebesar 94%, maka pada siklus II di nyatakan tuntas belajar secara klasikal .         
            Kusmawa (2096:1) bahwa melalui proses pembelajaran ini para siswa akan mampu menjadi aktif produktif, pemikir yang handal dan mandiri. Siswa dirangsang untuk mampu menjadi seorang eksplorer – mencari penemuan terbaru, inventor pengembangan ide/gagasan dan pengujian baru yang inovatif, desainer, mengkreasi rencana dan model terbaru, pengambilan keputusan – berlatih bagaimana menetapkan keputusan yang bijaksana, dan sebagai komunikator – mengembangkan metode dan teknik untuk bertukar pendapat dan berinteraksi.
Metode drill  and practice adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali secara kontinyu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. Dari segi pelaksanaannya siswa teriebih dahulu telah dibekali dengan pengetahuan secara teori. Kemudian dengan tetap dibimbing oleh guru, siswa diminta mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil, dalam hal ini khususnya pada permainan bola voli.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Peningkatan hasil belajar yang terjadi pada siklus I dan siklus II, menyimpulkan bahwa : Penggunaan Metode Drill and Practice Dapat Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan Materi Ajar “Bola Voli” Siswa Kelas XII-IPA 2 SMA Negeri 4 Jember.

Saran-Saran
Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan diantaranya adalah sebagai berikut :
1)    Untuk guru, hendaknya model pembelajaran yang diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga Dan Kesehatan disesuaikan dengan karakter siswa, sarana dan prasarana yang ada di sekolah, agar hasil pembelajaran dapat optimal,
2)    Untuk Lembaga/sekolah, hendaknya mendukung upaya yang dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga guru tidak ragu dalam menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan.

DAFTAR  RUJUKAN

Depdiknas, 2006. Bunga Rampai keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran (SMA, SMK, dan SLB). Jakarta : Depdiknas
Dimyati dan Mujiono, 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Bina Aksara, 1985), 125.
Hamalik Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1991), 86.
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka Nurhadi dkk 2004.
Uno, HAmzah B, Abdul Karim Rauf, dan Najamuddin Petta solong, 2008. Pengantar Teori Belajar dan Pembelajaran. Gorontalo: Nurul Jannah
Usman Moh. Uzer dan Lilis setiawati. 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan
Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya
Wahidmurni, Alifin Mustikawan, dan Ali Ridho. 2010. Evaluasi Pembelajaran: Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta : Nuha Letera